Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal IV 2025 Menguat, Inflasi dan Fundamental Tetap Terkendali

Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal IV 2025 Menguat, Inflasi dan Fundamental Tetap Terkendali

NYALANUSANTARA, TAGGERANG- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan melampaui capaian kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menurut Airlangga, angka pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 dijadwalkan diumumkan pada Kamis, 5 Februari mendatang, dan diperkirakan menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kondisi makroekonomi serta fundamental perekonomian nasional yang tetap solid.

Selain pertumbuhan ekonomi, Airlangga juga memastikan bahwa laju inflasi pada Januari 2026 masih berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan pemerintah melalui APBN. Ia menyebutkan, data inflasi Januari akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin, 2 Februari 2026, dan dipastikan masih berada dalam target 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

Terjaganya inflasi di awal 2026 ini dinilai sebagai kelanjutan tren positif dari Desember 2025, ketika inflasi tercatat stabil di level 2,92 persen yoy.

Airlangga juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi lainnya yang menunjukkan ketahanan perekonomian nasional. Hingga Desember 2025, cadangan devisa Indonesia masih kuat di level 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan impor selama 6,2 bulan.

Dari sisi fiskal dan sektor keuangan, defisit anggaran tetap terjaga di batas 3 persen. Kredit perbankan tumbuh 9,6 persen yoy, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 13,83 persen yoy. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan nasional juga berada pada level yang solid, yakni 25,87 persen per Desember 2025.

Lebih lanjut, rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih terkendali di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas aman 60 persen. Airlangga menambahkan bahwa peringkat kredit Indonesia tetap berada pada level layak investasi (investment grade), dengan Moody’s memberikan peringkat Baa2 dan Fitch Ratings menetapkan peringkat BBB.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini