Menaker Dorong Transformasi BLK agar Selaras Kebutuhan Industri dan Wirausaha
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar program pelatihannya semakin relevan dengan kebutuhan industri, mudah diakses masyarakat, serta mampu membuka peluang kerja dan wirausaha yang lebih luas.
Menurut Yassierli, transformasi tersebut mencakup penguatan peran BLK sebagai klinik produktivitas, talent and innovation hub (TIH), serta inkubator bisnis. Langkah ini diharapkan membuat manfaat pelatihan lebih dirasakan publik, seiring perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.
Ia menegaskan, pembenahan BLK bertujuan memastikan keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, sekaligus memperbesar kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan atau membangun usaha mandiri.
Untuk merealisasikan transformasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menggandeng kalangan akademisi agar pengembangan kompetensi sumber daya manusia selaras dengan kebutuhan industri terkini, baik di dalam maupun luar negeri. Kolaborasi ini antara lain diwujudkan melalui pelatihan di bidang green jobs, keterampilan IT kreatif dan cerdas, serta smart operation.
Selain itu, sinergi dengan dunia kampus juga diarahkan untuk memperkuat fungsi BLK sebagai pusat TIH, sarana pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta pusat peningkatan produktivitas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Yassierli menilai penguatan peran tersebut penting agar BLK tidak sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga ruang pengembangan kompetensi yang inklusif dan berdampak nyata.
Di sisi lain, Kemnaker juga menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis bagi calon wirausaha. Melalui skema ini, peserta akan dibantu mulai dari penentuan ide usaha, pemetaan kompetitor, penyusunan model bisnis, strategi pengembangan, hingga pemasaran.
Yassierli mengakui, selama ini BLK masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya, jaminan kualitas pelatihan, pembaruan kurikulum, transparansi proses rekrutmen, serta sistem pelacakan data lulusan.
Oleh karena itu, optimalisasi BLK menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan pelatihan agar lebih efektif dalam menjawab persoalan pengangguran dan kebutuhan tenaga kerja nasional.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyoroti…
NYALANUSANTARA, Batang- Program pelatihan kerja yang digelar Pemerintah…
Terkini
NYALANUSANTARA, REMBANG- Mercedes-Benz memastikan pemesanan GLC Electric terbaru di…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan layanan…
NYALANUSANTARA, Demak– Menyelesaikan hafalan Al-Qur’an bukan menjadi akhir…
Semarang – Kota Semarang siap menyambut perhelatan Musabaqah…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperkuat…
Semarang – Kota Semarang menyatakan kesiapan penuh dalam…
Semarang - Dalam rangka mendukung implementasi Undang-Undang Nomor…
NYALANUSANTARA, Bogor - KAI Services siap mendukung penataan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Kesehatan dan kebugaran petugas menjadi kunci…
NYALANUSANTARA, Semarang - Kekhawatiran dua keluarga setelah anggota…

Komentar