Danantara Indonesia Hadiri Pertemuan BEI–MSCI, Tegaskan Peran sebagai Pembeli Saham

Danantara Indonesia Hadiri Pertemuan BEI–MSCI, Tegaskan Peran sebagai Pembeli Saham

NYALANUSANTARA, BANDUNG- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memastikan akan hadir dalam pertemuan antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Meski demikian, kehadiran Danantara hanya sebatas mendampingi dan mengikuti jalannya pertemuan tanpa terlibat langsung dalam diskusi dengan MSCI.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa pihaknya hanya menjadi pengamat dalam agenda tersebut. “Saya hanya ikut saja, melihat jalannya pertemuan. Yang melakukan meeting adalah IDX,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

Terkait peran Danantara di pasar modal nasional, Pandu menegaskan bahwa institusinya berposisi sebagai pembeli saham. Ia menilai saham-saham di Indonesia memiliki daya tarik kuat, didukung oleh fundamental ekonomi yang baik serta valuasi yang dinilai menarik. Menurutnya, langkah cepat yang diambil oleh bursa dan regulator juga mendapat respons positif dari pelaku pasar, termasuk tercermin dari berbagai laporan broker.

Pada Senin sore (02/02), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) menggelar pertemuan daring dengan MSCI sebagai penyedia indeks global. Dalam pertemuan tersebut, OJK dan SRO memaparkan rencana reformasi pasar modal Indonesia.

Agenda yang disampaikan meliputi rencana peningkatan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen, peningkatan transparansi kepemilikan saham khususnya di bawah 5 persen, serta percepatan proses demutualisasi bursa.

Sementara itu, hingga pukul 15.27 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 440,20 poin atau 5,28 persen ke level 7.889,40. Frekuensi perdagangan mencapai 2.737.058 transaksi, dengan volume 44,09 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp24,98 triliun. Sebanyak 49 saham menguat, 722 saham melemah, dan 42 saham bergerak stagnan.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini