Meski IHSG Menguat 2,52%, Pakar Ekonomi Ini Menilai Pasar Masih Menguji Kepercayaan

Meski IHSG Menguat 2,52%, Pakar Ekonomi Ini Menilai Pasar Masih Menguji Kepercayaan

NYALNUSANTARA, Jakarta- Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,52% pada penutupan perdagangan, Selasa 3 Februari 2026, dinilai sebagai sinyal positif, namun belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan struktural pasar modal.

Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menegaskan bahwa lonjakan tersebut lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal yang dipicu oleh faktor psikologis pasar, bukan oleh perbaikan fundamental yang menyeluruh.


Dalam hal ini Noviardi menambahkan, pasar saat ini sedang menguji konsistensi regulator dan otoritas pasar, terutama dalam membangun kembali kredibilitas dan transparansi tata kelola. “Investor, khususnya asing, tidak hanya melihat angka indeks. Mereka menilai kepastian aturan, kualitas pengawasan, serta kecepatan respons otoritas saat terjadi tekanan ekstrem. Tanpa itu, penguatan seperti hari ini rawan bersifat temporer,” tegasnya.

Menurutnya, reli yang sehat seharusnya ditopang oleh arus dana asing yang berkelanjutan, bukan hanya dominasi investor domestik atau sentimen sesaat.

“Jika dalam beberapa hari ke depan tidak diikuti net buy asing dan penguatan sektor-sektor fundamental, maka pasar berpotensi kembali volatil. Karena itu, euforia adalah musuh terbesar investor saat fase seperti ini,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa momentum penguatan IHSG harus dijadikan alarm kebijakan, bukan sekadar bahan selebrasi. “Pasar sudah memberi sinyal bahwa ketika kepercayaan disentuh, indeks bisa pulih cepat. Tantangannya adalah apakah regulator mampu mengubah momentum ini menjadi pemulihan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan demikian, meski penguatan IHSG pada Selasa 3 Februari, patut diapresiasi, pelaku pasar diimbau tetap rasional, selektif, dan disiplin mengelola risiko, sembari menunggu konfirmasi lanjutan dari sisi fundamental dan kebijakan.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini