Dekranasda Jateng Tampilkan Kriya Unggulan di Inacraft 2026, Fokus Pada Pemberdayaan Perempuan

Dekranasda Jateng Tampilkan Kriya Unggulan di Inacraft 2026, Fokus Pada Pemberdayaan Perempuan

NYALANUSANTARA, Jakarta – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah kembali berpartisipasi dalam ajang pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026, yang berlangsung pada 4 hingga 8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC). Pameran ini menjadi panggung penting untuk menampilkan kekayaan kriya dan wastra unggulan Jawa Tengah yang telah melalui proses kurasi.

Inacraft bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi ruang untuk kreativitas dan pemberdayaan bagi para perempuan. Mayoritas produk yang dipamerkan merupakan hasil karya pengrajin perempuan. Pada ajang kali ini, Paviliun Jawa Tengah menempati Assembly Hall dengan 22 unit stan yang mewakili 14 kabupaten/kota. Berbagai kriya unggulan, seperti batik, fesyen, aksesoris, hingga kerajinan berbasis serat alam dan kayu, ditampilkan dengan mengangkat kearifan lokal.

Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa kehadiran Jateng di Inacraft merupakan wujud konsistensi dalam mempromosikan produk unggulan daerah, dengan tujuan menembus pasar nasional hingga internasional. 

“Kami menghadirkan produk-produk unggulan Jawa Tengah, termasuk batik, tidak hanya kainnya, tapi juga sudah siap pakai (ready to wear) dan beragam aksesoris,” ujarnya setelah mengikuti opening ceremony Inacraft 2026, pada Rabu 4 Februari.

Salah satu produk andalan yang ditampilkan adalah Batik Rifaiyah dari Batang, yang merupakan warisan budaya dengan nilai sejarah yang tinggi. Selain itu, Dekranasda Jateng juga menonjolkan peran dan kreativitas pengrajin perempuan dalam industri kerajinan, sesuai dengan tema Inacraft 2026, “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”. Dari total 69 UMKM yang dibawa ke Paviliun Jawa Tengah, 90% di antaranya merupakan pengrajin perempuan.

Nawal mengungkapkan, “Kami membawa 69 UMKM ke Paviliun Jawa Tengah, dan 90% di antaranya adalah pengrajin perempuan. Ini merupakan semangat womenpreneur yang kami hadirkan.” Dia menambahkan bahwa melalui pameran ini, mereka memberikan ruang apresiasi bagi perempuan sebagai kreator, inovator, dan penggerak utama industri kerajinan nasional.

Sebagai bagian dari strategi promosi, Dekranasda Jateng berkomitmen untuk terus mengikutsertakan produk-produk kerajinan dan UMKM Jateng dalam berbagai pameran, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin dalam pemberdayaan pelaku UMKM untuk menggeliatkan ekonomi kreatif di provinsi tersebut.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini