AHY: Pertumbuhan Ekonomi Positif Jadi Modal Indonesia Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi

AHY: Pertumbuhan Ekonomi Positif Jadi Modal Indonesia Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus menunjukkan kinerja positif menjadi peluang penting bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country).

AHY menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus terus dikejar, terutama untuk memanfaatkan momentum bonus demografi yang jendelanya sangat terbatas. Bonus demografi tersebut, menurutnya, perlu dijadikan modal utama agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Ia menyampaikan harapan agar Indonesia dapat mencapai status negara berpendapatan tinggi pada waktunya, dengan syarat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan terus diupayakan secara konsisten.

Di tengah berbagai tantangan global, AHY juga mengungkapkan rasa syukurnya apabila perekonomian nasional tetap mampu tumbuh positif. Ia mengakui bahwa dinamika geopolitik global, termasuk konflik dan perang, kerap memicu gejolak yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dunia, seperti terganggunya rantai pasok energi dan faktor-faktor lain yang berdampak pada fundamental ekonomi, termasuk Indonesia.

Menurut AHY, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga faktor-faktor penopang pertumbuhan ekonomi. Faktor tersebut meliputi konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta kinerja ekspor dan impor agar tetap berada pada tren yang sehat dan positif.

Namun demikian, AHY menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh dilihat secara parsial. Pertumbuhan yang dicapai harus dibarengi dengan pemerataan dan keadilan sosial, sehingga tidak meninggalkan kelompok masyarakat prasejahtera, termasuk mereka yang masih terjebak dalam kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Ia menambahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus merata di seluruh wilayah Indonesia. Tidak boleh ada kawasan yang tertinggal, termasuk wilayah Indonesia bagian timur dan Papua.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini