AHY: Komunitas Tionghoa Berperan Penting dalam Pembangunan Bangsa

AHY: Komunitas Tionghoa Berperan Penting dalam Pembangunan Bangsa

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa komunitas Tionghoa memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam pembangunan nasional. Pernyataan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri peringatan Hari Imlek 2557/2026 di Batam, Kepulauan Riau, Senin.

“Komunitas Tionghoa memiliki peran dan andil yang signifikan untuk pembangunan bangsa,” ujar AHY dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa kontribusi tersebut tidak hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah dan nasional.

Menurut AHY, komunitas Tionghoa selama ini banyak berperan dalam pengembangan sektor usaha dan penciptaan lapangan kerja. Mulai dari industri, manufaktur, hingga teknologi, peran tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Batam. Kota ini dikenal sebagai kawasan strategis yang memiliki daya tarik investasi tinggi, khususnya bagi sektor-sektor produktif yang berorientasi global.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyampaikan harapannya agar Batam dapat terus melanjutkan transformasi sesuai dengan tujuan dan desain awal pembangunannya. Ia menegaskan bahwa Batam sejak awal dirancang sebagai gerbang ekonomi Indonesia menuju kawasan Asia Tenggara, bahkan ekonomi dunia. Oleh karena itu, keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan penguatan iklim investasi harus terus dijaga.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, AHY berharap Batam mampu tetap tumbuh dan berkembang menjadi kota yang maju dan modern. Namun demikian, ia mengingatkan agar kemajuan tersebut tetap berpijak pada jati diri dan karakter khas Batam sebagai kota yang damai dan harmonis. Hal ini penting mengingat Batam merupakan salah satu kota dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi suku, agama, ras, etnis, maupun budaya.

“Batam adalah contoh nyata bagaimana keberagaman bisa dirawat dengan baik. Kerukunan, toleransi, dan harmoni sosial yang terjaga selama ini harus terus dipertahankan sebagai modal sosial yang sangat berharga,” kata AHY.

Lebih lanjut, AHY turut mengaitkan peringatan Imlek tahun ini dengan filosofi Tahun Kuda Api. Ia menjelaskan bahwa kuda melambangkan kerja keras, keberanian, dan energi, sementara api merepresentasikan semangat yang menyala serta makna transformasi dan lompatan kemajuan.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini