Bahlil Lahadalia: Investor Asing Siap Bangun Storage Minyak, Target Ketahanan Energi 90 Hari

Bahlil Lahadalia: Investor Asing Siap Bangun Storage Minyak, Target Ketahanan Energi 90 Hari

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa investor untuk pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di Indonesia telah tersedia. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Menurut Bahlil, proyek pembangunan storage minyak mentah itu akan melibatkan investor gabungan dari dalam dan luar negeri. Namun, ia menegaskan bahwa investor asing yang terlibat bukan berasal dari Amerika Serikat. Pembangunan fasilitas tersebut nantinya akan dikerjakan oleh pihak swasta.

“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada. Investasinya dicampur dari dalam negeri dan luar negeri, tetapi bukan AS. Yang membangun swasta,” ujar Bahlil.

Pembangunan storage minyak mentah ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, kapasitas cadangan minyak Indonesia berada di kisaran 25 hingga 26 hari. Melalui proyek tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas penyimpanan hingga 90 hari atau setara tiga bulan.

Bahlil menyebut arahan percepatan pembangunan storage datang langsung dari Prabowo Subianto. Pemerintah menilai langkah tersebut penting agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada pasokan eksternal di tengah dinamika geopolitik global.

Isu ketahanan energi memang kembali menjadi perhatian menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama setelah muncul laporan gangguan di jalur distribusi utama minyak dunia.

Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi internasional. Selat tersebut menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, dengan volume mencapai kurang lebih 20 juta barel per hari. Selain minyak, jalur ini juga menjadi rute penting ekspor gas alam cair dari negara-negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini