Kementan dan Bapanas Bergerak Jaga Stabilitas Harga Telur Peternak

Kementan dan Bapanas Bergerak Jaga Stabilitas Harga Telur Peternak

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Badan Pangan Nasional menggandeng berbagai asosiasi, koperasi, serta pelaku usaha peternakan ayam petelur guna menjaga stabilitas harga telur yang belakangan turun di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) di tingkat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Agung Suganda, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menyikapi penurunan harga telur di tingkat produsen atau on farm yang saat ini berada di bawah ketentuan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan usai pelaksanaan Rapat Perunggasan Nasional yang membahas kondisi harga telur bersama Badan Pangan Nasional, asosiasi peternak, koperasi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, serta Badan Gizi Nasional di Jakarta.

Menurut Agung, harga telur ayam ras secara nasional saat ini rata-rata berada di kisaran Rp24.500 per kilogram. Sementara di sejumlah sentra produksi, harga tercatat lebih rendah.

Di Jawa Timur, harga telur berada di sekitar Rp22.500 per kilogram. Adapun di Jawa Tengah, harga berkisar Rp23.000 per kilogram, sedangkan di Jawa Barat sedikit lebih tinggi namun tetap berada di bawah HAP sebesar Rp26.500 per kilogram.

Agung menjelaskan penurunan harga telur dipengaruhi tingginya produksi nasional. Pada 2026, produksi telur diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton atau mengalami surplus sekitar 13 persen dibanding kebutuhan nasional.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi surplus tersebut masih dapat dikendalikan melalui berbagai langkah strategis, seperti mendorong ekspor telur serta memperkuat distribusi dari wilayah surplus ke daerah yang masih mengalami kekurangan pasokan.

Langkah kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan sekaligus melindungi pendapatan peternak di tengah tingginya produksi telur nasional.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini