Wamenkeu Juda Agung Tekankan Kepercayaan Publik sebagai Kunci Pertumbuhan Fintech

Wamenkeu Juda Agung Tekankan Kepercayaan Publik sebagai Kunci Pertumbuhan Fintech

NYALANUSANTARA, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan industri financial technology (fintech) harus mampu menjaga kepercayaan publik di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang terus menguat. Menurutnya, pertumbuhan industri digital tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus aman, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Juda saat menghadiri High Level Leaders Panel Rapat Umum Anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) 2026, di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Juda menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini merupakan salah satu yang tertinggi sejak 2013, dengan inflasi yang tetap terkendali. Ia menekankan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap disiplin di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah terus melakukan pengendalian dan pengalihan belanja negara ke sektor yang lebih produktif agar defisit fiskal tetap terkendali].

“Kami di Kementerian Keuangan itungannya lebih konservatif dengan yang di-assessment oleh IMF, artinya tidak perlu ada pertanyaan lagi mengenai disiplin fiskal yang kami lakukan,” ungkap Juda Agung dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan.

Di hadapan pelaku industri fintech, Juda menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Ia menilai model bisnis fintech, yang mempertemukan pemberi pinjaman dan peminjam secara digital, memiliki risiko tinggi terkait asymmetry information, yang bisa memicu moral hazard, mulai dari pinjaman bermasalah, bunga yang tidak transparan, hingga praktik penagihan yang merugikan masyarakat.

Untuk itu, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) diminta menjadi garda terdepan dalam memperkuat transparansi dan penegakan kode etik industri, termasuk keterbukaan informasi dan perlindungan konsumen.

“Saya ingin mengajak kita merenungkan empat isu penting yang akan membuat fintech Indonesia tidak hanya cepat, tetapi juga aman, berdampak, dan dapat dipercaya masyarakat,” kata Juda.

Wamenkeu juga mengajak seluruh pelaku industri fintech menjadi **mitra strategis pemerintah** dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat memahami risiko dan manfaat layanan fintech sebelum menggunakan produk keuangan digital.

“Saya tahu kita semua berlari mengejar target pendanaan, pertumbuhan, dan profit. Tapi di dunia keuangan, lari terbaik bukanlah lari tercepat, melainkan lari yang sampai dengan selamat bersama yang baik,” pungkasnya.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini