TPKAD Jateng Perkuat Akses Keuangan Inklusif Dukung Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional

TPKAD Jateng Perkuat Akses Keuangan Inklusif Dukung Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk Pengembangan Keuangan Inklusif di Jawa Tengah. Deklarasi tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi guna memperluas akses keuangan masyarakat, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendukung pengembangan ekosistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di Jawa Tengah.

Hadir dalam Rakorda tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah, serta Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah.

Dalam laporannya, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto menyampaikan keberhasilan program TPAKD tahun 2025. Program GENCARKAN telah menjangkau sekitar 7 juta peserta melalui 4.008 kegiatan edukasi keuangan. Program Ayo Jateng Menabung (KEJAR) mencatat 8,64 juta rekening pelajar dengan total simpanan Rp1,88 triliun. Dalam mendukung akses pembiayaan, Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir telah menjangkau 75.173 debitur dengan outstanding Rp1,45 triliun, sementara penyaluran KUR mencapai Rp48,73 triliun kepada lebih dari 1,17 juta debitur, termasuk Rp12,57 triliun untuk sektor pertanian. Dukungan juga diberikan melalui subsidi bunga pertanian dan fasilitasi asuransi bagi 16.344 nelayan.

Selain itu, TPAKD Jawa Tengah juga mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) berbasis komoditas unggulan serta memperkuat peran Perintis Keuangan dan Duta Literasi Keuangan yang telah melaksanakan 1.039 kegiatan edukasi bagi lebih dari 84 ribu peserta. Berbagai program tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses keuangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Berdasarkan evaluasi, maka Program TPAKD Tahun 2026 dapat difokuskan pada akselerasi ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan untuk meneguhkan Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional selaras Tema Pembangunan Jawa Tengah tahun 2026, melalui perluasan akses pembiayaan sektor pangan, digitalisasi transaksi, optimalisasi KUR dan pembiayaan mikro, perluasan asuransi dan mitigasi risiko, literasi dan pelindungan konsumen, pendampingan pelaku usaha agar semakin bankable, produktif, dan berdaya saing.” ujar Johan.

Dalam Rakorda dan Pleno ini juga ditetapkan program kerja TPAKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang berfokus pada beberapa hal seperti Penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perumahan, Peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Percepatan digitalisasi keuangan dan transaksi non-tunai, Perluasan akses pembiayaan UMKM serta penguatan program anti rentenir, Peningkatan tabungan dan inklusi keuangan pelajar, Pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI), Penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), Dukungan perlindungan sosial dan ketenagakerjaan, Pelaksanaan program sektoral dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

OJK akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta mendukung pengembangan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Terkait

Komentar

Terkini