Papua Pegunungan Gencarkan Operasi Pasar dan Penguatan UMKM untuk Tekan Inflasi 7,84 Persen

Papua Pegunungan Gencarkan Operasi Pasar dan Penguatan UMKM untuk Tekan Inflasi 7,84 Persen

Istimewa

Nyalanusantara, Jayapura Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengambil langkah pengendalian inflasi dengan menggelar operasi pasar serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan menyusul inflasi tahunan yang tercatat mencapai 7,84 persen pada Juni 2026.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Wasuok D. Siep, mengatakan operasi pasar akan dilaksanakan di sejumlah pasar di Kabupaten Jayawijaya setelah pemerintah mengevaluasi perkembangan harga berbagai komoditas yang menjadi penyumbang inflasi.

"Kami bersama organisasi perangkat daerah teknis akan melakukan operasi di sejumlah pasar di Jayawijaya untuk menekan kenaikan inflasi di Papua Pegunungan," ujar Wasuok di Wamena, Jumat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lonjakan inflasi pada Juni 2026 dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Selain melakukan stabilisasi harga melalui operasi pasar dan pasar murah, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan UMKM sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Menurut Wasuok, semakin banyak pelaku UMKM yang berkembang, semakin besar pula perputaran ekonomi di masyarakat. Kondisi tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan barang serta meningkatkan aktivitas perdagangan di Papua Pegunungan.

Ia menyebut pengembangan UMKM dan penyelenggaraan pasar murah menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Papua Pegunungan, Elai Giban, menegaskan bahwa penguatan ekonomi lokal harus menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian inflasi di daerah.

Menurutnya, Festival UMKM yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas aktivitas ekonomi. Kegiatan tersebut melibatkan 52 pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).

Elai berharap festival tersebut dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM, khususnya mama-mama OAP, sekaligus membantu menekan laju inflasi yang masih berada di angka 7,84 persen.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini