Menkeu Sebut APBN 2025 Efektif dan Akuntabel, Indonesia Raih Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, DEPOK- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 berjalan secara efisien, efektif, dan akuntabel. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk DPR RI, yang dinilai berperan penting dalam mengawal pelaksanaan APBN sepanjang tahun anggaran 2025.
Dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa, Purbaya mengatakan sinergi antara pemerintah dan DPR melalui pengawasan serta berbagai masukan konstruktif menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara.
Ia menjelaskan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut sejak laporan keuangan pemerintah tahun 2016, sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Purbaya mengakui tahun 2025 diwarnai berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga meningkatnya fragmentasi perdagangan internasional. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran perdagangan dan logistik dunia serta memicu tingginya volatilitas pasar keuangan, sehingga meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
Meski demikian, menurutnya APBN tetap mampu menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui sinergi antara kebijakan fiskal yang responsif dan kebijakan moneter yang prudent.
Ia menyebut Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen pada 2025. Capaian tersebut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen serta investasi yang meningkat 5,09 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif di tengah perlambatan ekonomi dunia.
Selain pertumbuhan ekonomi yang terjaga, stabilitas harga juga berhasil dipertahankan. Inflasi pada akhir 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang dinilai mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan harga, menjaga daya beli masyarakat, serta meningkatkan efektivitas kebijakan fiskal dan perlindungan sosial.
Purbaya menegaskan APBN terus berperan sebagai shock absorber untuk meredam dampak gejolak ekonomi global. Pemerintah memanfaatkan APBN guna melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan nasional.
Menurutnya, arah kebijakan fiskal 2025 dirancang secara ekspansif dengan tetap menjaga kredibilitas dan efektivitas APBN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Untuk memperkuat dampak kebijakan tersebut, pemerintah juga menggulirkan paket stimulus ekonomi secara bertahap sepanjang 2025 dengan total anggaran mencapai Rp110,7 triliun. Stimulus tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, pemberian diskon tiket selama masa liburan, hingga pemberdayaan generasi muda.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, AGAM- Seekor harimau Sumatra betina berhasil dievakuasi menggunakan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik…
NYALANUSANTARA, YUNAN- Provinsi Yunnan di China dan Provinsi Bali…
NYALANUSANTARA, Semarang– ASTON Inn Pandanaran Semarang memperkuat hubungan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui…
NYALANUSANTARA, Semarang – Menciptakan lingkungan sekolah yang aman…
NYALANUSANTARA, Semarang – Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (UNDIP)…
NYALANUSANTARA, Tegal – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
NYALANUSANTARA, Semarang – Ditresnarkoba Polda Jateng kembali mengungkap…
NYALANUSANTARA, Semarang - Polda Jawa Tengah terus memperkuat…

Komentar