Kuningan Tambah Luas Tanam Padi 5.671 Hektare, Percepat Produksi untuk Dukung Swasembada Pangan
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, DEPOK- Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menambah realisasi luas tanam padi seluas 5.671 hektare sepanjang Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan produksi beras sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan penambahan luas tanam tersebut dilakukan melalui percepatan masa tanam di berbagai sentra produksi padi. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pelaksanaan Program Gerakan Tanam Bersama di Desa Cileuleuy dan Kecamatan Cilimus.
Menurut Wahyu, percepatan penanaman akan mempercepat waktu panen berikutnya, meningkatkan indeks pertanaman, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap produksi beras nasional.
Ia menjelaskan target penambahan luas tanam mencakup seluruh wilayah Kabupaten Kuningan, termasuk Kecamatan Cigugur yang mendapat alokasi penanaman seluas 144 hektare.
Selama periode Januari hingga Juni 2026, Kabupaten Kuningan telah mencatat luas tanam padi mencapai 31.357 hektare dengan luas panen 32.456 hektare. Dari capaian tersebut, produksi padi mencapai 198.928 ton dengan produktivitas rata-rata sebesar 61,29 kuintal per hektare.
Wahyu menambahkan, Kabupaten Kuningan memiliki luas baku sawah sekitar 26.016 hektare yang menjadi potensi besar untuk terus meningkatkan produksi pangan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah memperkuat pendampingan penyuluh pertanian, memastikan ketersediaan benih dan pupuk, serta mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar proses pengolahan lahan hingga penanaman dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Ia menegaskan setiap lahan yang selesai dipanen harus segera ditanami kembali agar produksi pangan tetap terjaga dan siklus panen dapat berlangsung lebih optimal.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyebut percepatan tanam merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi beras nasional.
Menurutnya, Program Gerakan Tanam Bersama bertujuan mempercepat masa tanam untuk meningkatkan produksi beras, menjaga ketersediaan pangan, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Idha menekankan keberhasilan program tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, dan para petani. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan setiap musim tanam serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT Angkasa Pura Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Semarang - Satlantas Polrestabes Semarang bersama Dinas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Polres Semarang mengungkap kasus tindak…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Aksi penjambretan terjadi di Jalan…
NYALANUSANTARA, Ungaran -- Kebakaran lahan terjadi di area…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Hyundai i30 Sedan generasi terbaru dipastikan hadir…
Semarang – Kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota…
NYALANUSANTARA, Karimunjawa — Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Telkomsel meluncurkan Halo Optima, evolusi…

Komentar