Bukan Ayam Sembarang Ayam: Kisah Peter Afandi dan Bekisar, Unggas Hias Turunan Ayam Hutan yang Bikin Cuan

Bukan Ayam Sembarang Ayam: Kisah Peter Afandi dan Bekisar, Unggas Hias Turunan Ayam Hutan yang Bikin Cuan

NYALANUSANTARA, Semarang— Bagi kebanyakan orang, memelihara ayam identik dengan urusan dapur: telur dan daging. Tapi bagi Peter Afandi, ayam adalah soal lain sama sekali. Selama 25 tahun terakhir, warga Kalisidi, Kabupaten Semarang ini menekuni dunia ayam bekisar, unggas hias yang justru dicari bukan karena dagingnya, melainkan karena keindahannya.

"Kelebihannya ada warna mengkilap, bentuk bulu dan jengger serta jembel (pial jengger bawah), semua beda dengan ayam lain," ujar Peter saat ditemui di sela aktivitasnya, Sabtu (18/7/2026).

Ayam bekisar memang tampil beda. Tiga varian warna bulunya memancarkan kilau yang tidak ditemukan pada ayam kampung. Bahkan bentuk bulu di bagian lehernya pun unik, bulat dan besar, kontras dengan ayam kampung yang bulu lehernya panjang dan lancip.

Keunikan ini bukan tanpa alasan. Ayam bekisar merupakan hasil persilangan dengan ayam hutan, sehingga darah liar masih mengalir dalam gennya.

Warisan genetik dari ayam hutan inilah yang membuat ayam bekisar tak semudah ayam kampung untuk dijinakkan. Peter, yang juga menjalankan bisnis ayam bekisar bernama Teraz Bekisar, mengaku hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap penghobi.

"Karena itulah, kami punya tantangan tersendiri dalam merawatnya supaya jinak dan nyaman berada di pemiliknya," katanya.

Meski terkesan eksklusif, Peter menegaskan merawat ayam bekisar sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Pakannya cukup biji-bijian, dengan opsi tambahan voer bagi yang menginginkan variasi. Untuk kesehatan, para penghobi biasa menggunakan dua jenis obat: obat kimia seperti Tetra Chlor dan Trymesyn Anti Shot, serta multivitamin populer seperti Top Bekisar yang sudah jadi andalan di kalangan komunitas.

Geliat hobi ini turut melahirkan wadah bagi para penggemarnya. Di Indonesia, setidaknya ada dua komunitas besar ayam bekisar, yakni Kemari sebagai induk organisasi yang telah lama berdiri, dan Pembesar, organisasi baru yang baru terbentuk tahun ini sebagai bukti hobi ini terus berkembang.

Setelah lebih dari dua dekade menekuni dunia bekisar, Peter membuktikan bahwa hobi tak melulu soal pengeluaran. Justru sebaliknya, kecintaannya pada ayam hias ini berbuah keuntungan ekonomi. "Saya penghobi tidak kurang dari 25 tahun yang menghasilkan cuan," pungkasnya.
 

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Komentar

Terkini