Kementerian Ekraf Dukung Pengembangan Talenta Esports Lewat Program ASIED

Kementerian Ekraf Dukung Pengembangan Talenta Esports Lewat Program ASIED

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong lahirnya talenta-talenta baru di industri gim nasional melalui dukungannya terhadap National Championships Grand Finale American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED). Program ini diharapkan membuka lebih banyak peluang karier bagi generasi muda di sektor gim dan esports yang terus berkembang.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ASIED tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pembelajaran bagi para peserta. Selama enam bulan, peserta mendapatkan pembekalan melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, masterclass, hingga program pendampingan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka di industri kreatif.

"Yang saya sukai dari ASIED adalah program ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang belajar, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan peluang. Melalui workshop, masterclass, hingga kejuaraan ini, peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan," ujar Teuku Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, perkembangan industri esports telah melahirkan beragam profesi baru yang tidak hanya terbatas pada atlet gim profesional. Ekosistem ini juga mencakup berbagai bidang pekerjaan seperti caster, pelatih, kreator konten, penyelenggara turnamen, hingga pengembang konten digital.

Karena itu, Kementerian Ekraf berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap ruang belajar, ruang berkarya, dan creative hub di berbagai daerah melalui kerja sama dengan sejumlah mitra. Upaya tersebut diharapkan mampu mencetak lebih banyak sumber daya manusia yang siap berkiprah di industri gim nasional.

Program ASIED merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekraf, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, American Spaces Indonesia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, serta Akademi Garudaku. Melalui jaringan American Corner, program ini telah menjangkau lebih dari 1.200 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Acting Country Public Affairs Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Abraham Lee, mengatakan ASIED dirancang untuk memperkenalkan beragam peluang karier yang tersedia di industri esports.

Menurutnya, sektor tersebut menawarkan berbagai profesi, mulai dari manajemen acara, operasional gim, penyiaran (broadcasting), desain grafis, pembuatan konten, hingga bidang pemasaran.

"Esports bukan sekadar bermain gim. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem esports membuka berbagai peluang karier di sektor ekonomi kreatif," kata Abraham Lee.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang melihat industri gim dan esports sebagai bidang yang menjanjikan, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melalui pengembangan talenta digital yang kompetitif.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini