Kemnaker Manfaatkan AI untuk Perkuat Analisis Pasar Kerja dan Pelatihan

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Perkuat Analisis Pasar Kerja dan Pelatihan

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat analisis pasar kerja serta perencanaan program pelatihan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan perkembangan teknologi digital, khususnya AI, telah mengubah berbagai aspek, mulai dari dunia kerja, metode pembelajaran, hingga proses penyusunan kebijakan publik.

Menurutnya, salah satu tantangan utama Kemnaker adalah memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Karena itu, AI dinilai berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penyusunan program pelatihan.

Cris menjelaskan terdapat empat fungsi utama AI dalam mendukung ekosistem ketenagakerjaan. Pertama, memetakan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri secara cepat. Kedua, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang perlu segera dipenuhi. Ketiga, membantu menyusun program pelatihan yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Keempat, mendukung proses pengambilan keputusan berdasarkan data dan bukti, bukan sekadar asumsi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai alat pendukung. Keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), baik aparatur pemerintah maupun tenaga kerja, yang dituntut memiliki pola pikir adaptif dan semangat belajar sepanjang hayat.

Kemnaker juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan AI sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat efektivitas organisasi, serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global.

Cris optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan transformasi tersebut. Dengan jumlah tenaga kerja yang melimpah, budaya gotong royong, serta semakin berkembangnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, AI diyakini dapat menjadi pendorong lahirnya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih unggul dan berdaya saing.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini