Investasi Jateng Tembus Rp48,54 Triliun Semester I 2026, Serap Lebih dari 213 Ribu Tenaga Kerja
NYALANUSANTARA, Semarang– Kinerja investasi Jawa Tengah menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Nilai realisasi investasi mencapai Rp48,54 triliun dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 213.217 orang dari 55.989 proyek yang berjalan di berbagai sektor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan capaian tersebut berasal dari realisasi investasi pada triwulan I sebesar Rp23,02 triliun dan meningkat menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan II 2026.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen. Dari triwulan pertama sebesar Rp23,02 triliun menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan kedua, sehingga capaian semester I sebesar Rp48,54 triliun,” ujar Sakina, Rabu (29/7/2026).
Dengan capaian tersebut, realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai 48,99 persen dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp99,09 triliun.
Berdasarkan sumber modal, investasi asing masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp25,92 triliun atau 53,40 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.
Dari sisi negara asal investasi, Hong Kong menjadi investor terbesar dengan nilai investasi Rp7,67 triliun atau 29,61 persen. Posisi berikutnya ditempati Singapura sebesar Rp6,19 triliun (23,90 persen), Tiongkok Rp4,55 triliun (17,56 persen), Jepang Rp2,20 triliun (8,51 persen), dan Korea Selatan Rp1,10 triliun (4,23 persen).
Sementara itu, Kota Semarang menjadi wilayah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah dengan nilai Rp6,57 triliun. Selanjutnya Kabupaten Kendal sebesar Rp6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp4,58 triliun, dan Kabupaten Demak Rp3,34 triliun.
Sektor industri pengolahan masih menjadi penggerak utama investasi di Jawa Tengah. Beberapa sektor yang mencatat nilai investasi terbesar antara lain industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar Rp5,85 triliun, industri karet dan plastik Rp5,10 triliun, industri kayu Rp4,73 triliun, industri mesin, elektronik, dan alat kedokteran Rp4,21 triliun, serta industri tekstil Rp3,92 triliun.
Pertumbuhan investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Kota Semarang menjadi daerah dengan serapan tenaga kerja terbesar mencapai 33.900 orang, terutama berasal dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Kemudian Kabupaten Kendal menyerap 19.386 tenaga kerja, Kabupaten Brebes 18.203 orang, Kabupaten Jepara 17.338 orang, dan Kabupaten Semarang sebanyak 15.854 orang.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Mungkid- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Semarak peringatan Hari Pengayoman ke-81…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat berbagi dan kepedulian terhadap…
Surabaya – Kementerian Hukum mulai menguji pendekatan baru…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama DPRD Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong peningkatan…
NYALANUSANTARA, Purbalingga– Kesempatan besar datang bagi Aimar Nahsif…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Sebanyak 32 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Slawi– Di tengah tantangan kenaikan biaya produksi…
NYALANUSANTARA, Cilacap– Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)…

Komentar