OJK: Generasi Muda Berpeluang Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Inovasi Keuangan Digital
ISTIMEWA
NYALANUSATARA, JAKARTA- Adi Budiarso menilai generasi muda memiliki peluang besar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan inovasi keuangan digital. Potensi tersebut didukung tingginya penetrasi internet di kalangan anak muda yang semakin memperluas akses terhadap berbagai layanan keuangan.
Dalam diskusi mengenai alternative credit scoring di Jakarta, Kamis, Adi menyebut Indonesia memiliki sekitar 211 juta penduduk usia muda yang telah terhubung dengan internet. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat transformasi ekonomi digital sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.
Menurutnya, internet kini menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, mengakses pembiayaan, hingga melakukan investasi. Karena itu, generasi muda memiliki kesempatan yang besar memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Adi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi finansial juga membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang selama ini berada di sektor informal maupun belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan (underbanked).
Melalui digitalisasi, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan, mulai dari menabung, memperoleh pembiayaan, hingga berinvestasi tanpa harus bergantung pada layanan keuangan konvensional.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dengan modal yang relatif kecil. Pilihan investasi kini semakin beragam, termasuk melalui emas digital maupun instrumen berbasis teknologi blockchain yang diperkirakan akan terus berkembang di masa mendatang.
Selain membuka akses terhadap investasi, berbagai inovasi seperti credit scoring digital juga dinilai mampu memberikan kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usaha.
Di sisi lain, Adi mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia muda sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Menurutnya, menyisihkan sebagian pendapatan sejak dini akan membantu menciptakan ketahanan finansial di masa depan.
Ia optimistis bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga menjelang tahun 2038 dapat menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, asalkan didukung peningkatan literasi keuangan, pengembangan inovasi digital, serta akses layanan keuangan yang semakin inklusif.
Melalui berbagai inovasi tersebut, OJK berharap generasi muda maupun pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan layanan keuangan digital secara optimal.
Editor: Lulu
Terkini
Surabaya – Kementerian Hukum mulai menguji pendekatan baru…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama DPRD Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong peningkatan…
NYALANUSANTARA, Purbalingga– Kesempatan besar datang bagi Aimar Nahsif…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Sebanyak 32 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Slawi– Di tengah tantangan kenaikan biaya produksi…
NYALANUSANTARA, Cilacap– Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Persoalan sampah di Jawa Tengah membutuhkan…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai membuka…

Komentar