Kementan dan Industri Pakan Sepakat Tunda Kenaikan Harga Pakan Demi Lindungi Peternak Ayam Petelur
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pelaku industri pakan menyepakati penundaan kenaikan harga pakan ayam sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur. Kebijakan tersebut diambil di tengah harga telur di tingkat produsen yang masih berada di bawah harga acuan pemerintah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan kesepakatan itu dicapai setelah pemerintah mempertemukan koperasi peternak ayam petelur dengan industri pakan untuk mencari solusi atas tingginya biaya produksi yang dikeluhkan peternak.
Menurut Agung, pemerintah terus berupaya mendorong pemulihan harga telur agar kembali sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP). Selama harga telur belum membaik, industri pakan berkomitmen menunda kenaikan harga sebagai bentuk dukungan terhadap peternak rakyat.
Ia menjelaskan, industri pakan memahami kondisi yang dihadapi peternak meski mereka juga menghadapi tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku impor, biaya distribusi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah. Sekitar 30 persen bahan baku pakan masih bergantung pada impor sehingga biaya produksinya dipengaruhi kondisi pasar global.
Meski demikian, produsen pakan menyatakan siap menjaga stabilitas harga demi mendukung peternak rakyat yang berkontribusi sekitar 98 persen terhadap produksi telur nasional.
Selain menahan kenaikan harga pakan, pemerintah juga mendorong koperasi peternak untuk membeli pakan langsung dari pabrik agar memperoleh harga yang lebih kompetitif. Bagi peternak yang melakukan pencampuran pakan secara mandiri, Kementan memfasilitasi pembelian bahan baku soybean meal (SBM) langsung dari importir maupun BUMN guna memangkas jalur distribusi dan menekan biaya.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil. Di sisi lain, peningkatan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terus didorong untuk membantu mengangkat harga telur di tingkat peternak.
Agung menegaskan berbagai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi peternak ayam petelur, mengingat harga telur saat ini masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik…
NYALANUSANTARA, Manggarai- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis…
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Upacara Bendera…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat kemerdekaan Indonesia mulai terasa…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Drama KBS 2TV “Love on the Menu”…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Ferrari memperkenalkan CZ26, supercar eksklusif yang dibuat…

Komentar