Dari Usaha Rumahan ke Pasar Global, Narita Shibori Tumbuh Bersama Penyandang Disabilitas

Dari Usaha Rumahan ke Pasar Global, Narita Shibori Tumbuh Bersama Penyandang Disabilitas

NYALANUSANTARA, Bandung– Bagi Anarita, membangun usaha bukan hanya soal bagaimana produk bisa terjual lebih banyak. Ada perjalanan panjang yang harus dilalui, mulai dari keterbatasan modal, sulitnya memperluas pasar, hingga tantangan menjaga kualitas ketika produksi mulai bertambah.

Semua itu pernah ia rasakan saat merintis Narita Shibori, usaha fesyen asal Bandung yang mengembangkan teknik pewarnaan kain shibori menjadi beragam produk bernilai jual.

Usahanya bermula dari skala rumahan. Dengan sumber daya terbatas, Anarita mencoba mempertahankan produksi sekaligus mencari jalan agar produknya dikenal lebih luas.

Persoalan muncul ketika permintaan mulai tumbuh. Kapasitas produksi harus ditingkatkan, modal kerja dibutuhkan, sementara akses menuju pasar yang lebih besar belum mudah didapat.

Titik balik datang pada 2019 ketika Narita Shibori bergabung menjadi UMKM binaan PT Pertamina (Persero).

Sejak saat itu, ruang pertumbuhan mulai terbuka. Anarita mendapatkan dukungan modal kerja, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha, serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi.

“Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy,” ujar Anarita.

Perubahan tidak datang dalam semalam. Namun perlahan, hasilnya mulai terlihat.

Omzet Narita Shibori dalam beberapa tahun terakhir meningkat hampir tiga kali lipat. Produk yang sebelumnya tumbuh dari usaha rumahan mulai hadir dalam berbagai pameran nasional, seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, hingga Tunjukkan Indonesiamu.

Langkahnya kemudian menembus batas yang lebih jauh.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini