Urban Farming Pekalongan Diolah Jadi Botanical Tea Bernilai Ekonomi
NYALANUSANTARA, Pekalongan– Hasil urban farming di Kota Pekalongan kini tidak hanya dipanen untuk konsumsi sehari-hari. Bunga telang, rosella, pandan, hingga berbagai tanaman kebun mulai diolah menjadi artisan botanical tea yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Rendjana & Co. bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Aisyiyah Krapyak Lor. Keduanya memanfaatkan hasil kebun warga untuk menghasilkan minuman herbal dengan berbagai varian rasa.
Owner Rendjana & Co., Muhammad Nur Zamsi Hasan, mengatakan kolaborasi berawal dari potensi tanaman yang selama ini sudah tersedia di kebun KWT. Salah satu yang kemudian dikembangkan adalah bunga telang.
“Rendjana & Co. merupakan produsen artisan botanical tea. Kami memanfaatkan bahan dari kebun sendiri dan berkolaborasi dengan KWT Aisyiyah. Telang yang selama ini sering dianggap tanaman liar ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai pewarna alami. Kami kemudian mengembangkannya menjadi produk pangan berupa botanical tea,” kata Zamsi.
Menurutnya, urban farming memiliki tantangan berupa keterbatasan lahan. Karena itu, hasil panen perlu diolah agar memiliki nilai tambah dan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.
Salah satu caranya melalui teknik blending. Bunga telang dipadukan dengan lemon, sedangkan rosella dikombinasikan dengan bahan botanikal lainnya untuk menghasilkan karakter rasa yang berbeda.
“Kalau hanya menghasilkan satu komoditas, nilai tambahnya tentu terbatas. Maka kami mencoba melakukan blending, sehingga hasil kebun tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual dan berpotensi dipasarkan lebih luas,” ujarnya.
Pengembangan produk dilakukan melalui proses riset dan pengembangan dengan melibatkan konsumen terbatas. Masukan dari konsumen digunakan untuk menentukan rasa dan komposisi sebelum produk dipasarkan lebih luas.
Hingga kini, sekitar 15 varian telah dikembangkan dan akan dirilis secara bertahap.
Proses produksi dimulai dari pemanenan bahan baku seperti bunga telang dan rosella. Bahan kemudian dikeringkan menggunakan sinar matahari, dicacah, dipadukan sesuai formulasi, lalu dikemas.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kepulan uap hangat dari teko kecil dan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Kekhawatiran dua keluarga setelah anggota…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng mendorong masyarakat…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Ungaran – Kasus penemuan bayi Perempuan di…
NYALANUSANTARA, Semarang – Grebeg Subali 2026 kembali digelar…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menggelar Rapat…
NYALANUSANTARA, Serang – Kementerian Hukum (Kemenkum) kembali melibatkan…
Semarang — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI…
NALANUSANTARA, Pati- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespon…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Rumput laut yang dipanen dari perairan…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pollux Hotels Group memperluas jejaring kemitraan…

Komentar