Harga Sayuran di Pasar Sub Agribisnis Ngablak Fluktuatif

Harga Sayuran di Pasar Sub Agribisnis Ngablak Fluktuatif

NYALANUSANTARA, Mungkid- Harga komoditas pertanian di Pasar Sub Agribisnis Ngablak, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang fluktuatif, dalam beberapa pekan terakhir. Turun naiknya harga tersebut, dipengaruhi petani yang saat ini mayoritas panen berbarengan.

Hingga kini, permintaan akan hasil pertanian relatif tercukupi, karena permintaan masyarakat di bulan Ramadhan stabil.

Rofingah, salah satu pedagang di pasar Agribisnis Ngablak mengatakan menjelang akhir bulan ini, beberapa jenis sayuran dari lereng Gunung Andong dan Gunung Merbabu relatif mengalami penurunan harga.

Kemudian, ia mencontohkan seperti harga selada turun dari sebelumnya Rp 28.000 perkg kini hanya kisaran Rp 15.000 perkilogramnya. "Satu pekan sebelumnya harga tomat melejit hingga Rp 22.000 kini turun dikisaran Rp 15.000 perkilogramnya," ujarnya, Kamis (28/03/2024).

Di bulan Puasa ini, menurut Rofingah, beberapa jenis sayuran memang sedikit mengalami kenaikan seperti daun seledri, buncis, kacang panjang dan lainnya. Keniakan harga itu antara Rp 2.500 - 5.000 perkg. 

Sedangkan harga kentang cenderung stabil yakni sebesar Rp 12.500 perkilogramnya. Selain itu, ada juga tomat dan sawi hijau yang harganya juga masih bertahan di kisaran harga harga Rp 4.000/kg.

"Harga saat ini dipengaruhi pasokan dari petani yang mayoritas panen bersama-sama. Namun kualitasnya sayuran juga rendah akibat tingginya curah hujan," bebernya.

Biasanya sayuran di Pasar Agrobisnis Ngablak tersebut, kemudia di bawa para pedagang ke berbagai kota di Jawa Tengah, Yogyakarta, bahkan hingga Jakarta.

Di temui terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan mengungkapkan hasil panen semua jenis sayuran di sentra pertanian di wilayah Kabupaten Magelang cenderung melimpah tahun ini. "Bahkan akhir-akhir ini harga khususnya komoditas cabai kita relatif melimpah. Informasi dari petani kisaran Rp 25.000/kg untuk cabai rawit," ucap Romza.

Sedangkan untuk ketersediaan beras, kata Romza, di Kabupaten Magelang hingga kini cukup aman mencukupi bahkan surplus.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini