Dorong Peningkatan Industri Lokal, Guangdong Tingkatkan Investasi di Indonesia
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone ini menunjukkan eksterior PT Indonesia BTR New Energy Material (PT BTR) di Kawasan Industri Kendal (Kendal Industrial Park), Provinsi Jawa Tengah, pada 7 Agustus 2024. (Xinhua/Xu Qin)
NYALANUSANTARA,Jakarta- Sebuah forum yang diselenggarakan bersama oleh Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou digelar di Guangzhou, China selatan, pada Selasa (18/8). Kegiatan tersebut berfokus pada pengolahan mendalam sektor hilir produk energi baru dan manufaktur industri ringan untuk kebutuhan konsumen, serta bertujuan mendorong investasi perusahaan asal Guangdong di Indonesia.
Lebih dari 100 perwakilan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dari China dan Indonesia menghadiri kegiatan tersebut. Ma Wenfeng, direktur jenderal Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong, mengatakan Guangdong dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang kuat. Nilai perdagangan antara Guangdong dan Indonesia mencapai sekitar seperenam dari total perdagangan China-Indonesia. Sejumlah perusahaan terkemuka asal Guangdong, termasuk BYD, Midea, dan OPPO, telah membangun dan mengembangkan bisnis mereka di Indonesia.
Ma mengatakan Guangdong merupakan salah satu basis manufaktur utama China. Provinsi tersebut memiliki seluruh 31 kategori industri manufaktur resmi dan 10 klaster industri yang masing-masing menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 1 triliun yuan (1 yuan = Rp2.648) atau sekitar 148,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.844).
Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat di dunia yang berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa, memiliki pasar konsumen yang besar dan terus berkembang. Secara strategis, Indonesia terletak di jantung ASEAN dan menjadi pintu gerbang menuju pasar regional yang berpenduduk lebih dari 700 juta jiwa, kata Pelaksana Tugas (Plt.) Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou Andalusia Tribuana Tungga Dewi.
Dia menambahkan bahwa basis manufaktur maju dan keahlian teknologi Guangdong sangat selaras dengan ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri, mempercepat transisi energi, serta memperkuat sektor industri hilir.

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone ini menunjukkan eksterior PT Indonesia BTR New Energy Material (PT BTR) di Kawasan Industri Kendal (Kendal Industrial Park), Provinsi Jawa Tengah, pada 7 Agustus 2024. (Xinhua/Xu Qin)
Wu Lei, wakil manajer umum PT Indonesia BTR New Energy Material, telah bekerja di Indonesia selama hampir tiga dekade. Pada 2023, BTR yang berbasis di Guangdong berekspansi ke Indonesia dan mulai membangun dua pabrik di dua kawasan industri di Indonesia. Tahap pertama proyek tersebut senilai 478 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 80.000 ton bahan anoda per tahun diselesaikan hanya dalam waktu 10 bulan. Setelah tahap kedua selesai, total investasinya akan mencapai 777 juta dolar AS dengan kapasitas produksi 160.000 ton per tahun.
Perusahaan peralatan rumah tangga terkemuka asal Guangdong, TCL, memulai bisnisnya di Indonesia pada 2004. Asisten Presiden TCL Technology Group Deng Yinghao menceritakan bagaimana sebuah tim kecil membawa sejumlah prototipe produk ke Indonesia lebih dari 20 tahun lalu. Saat ini, TCL telah membangun jaringan lokal yang luas, yang mencakup tiga pabrik mitra, sembilan pusat pergudangan, menjangkau 17 kota, serta lebih dari 1.250 gerai mitra ritel.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari lokalisasi yang menyeluruh, baik dalam pengembangan produk maupun organisasi dan sumber daya manusia. TCL mengembangkan produk televisi dan pendingin udara yang dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia. Selain itu, hanya 13 orang dari staf TCL yang merupakan tenaga asal China, sementara lebih dari 1.000 lainnya merupakan karyawan lokal, termasuk seorang chief executive officer (CEO) asal Indonesia. "Kami benar-benar telah berakar dan menyatu dengan Indonesia," kata Deng.
Pan Yue, wakil direktur pusat studi Indonesia di Universitas Jinan di Provinsi Guangdong, mengidentifikasi dua sektor yang menjanjikan untuk investasi di masa depan. Pertama adalah pengolahan mendalam sektor hilir energi baru, yang mencakup bahan baterai kendaraan listrik, peralatan penyimpanan energi, dan kendaraan energi baru. Kedua adalah manufaktur ringan yang berorientasi pada konsumen, termasuk peralatan rumah tangga pintar, keramik bangunan, dan elektronik konsumen.
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Terkait
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Provinsi Guangdong di Tiongkok selatan yang menaungi…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang — Genap satu tahun hadir sebagai…
NYALANUSANTARA, Semarang - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo – Kanwil Kemenkum Jateng bekerja sama…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong…
Semarang — Hujan yang mengguyur kawasan Tempat Pemrosesan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Jember – Inovasi kendaraan hemat energi Universitas…
NYALANUSANTARA, Temanggung – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga…
NYALANUSANTARA, Semarang – Memperkuat langkah menuju World-Class University,…
NYALANUSANTARA, Magelang - Kecelakaan melibatkan dua unit truk…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri…

Komentar