Bupati Magelang Luncurkan Gress Digital di Semarak Gemilang 2026 untuk Perkuat Pembinaan Seni Berbasis Data

Bupati Magelang Luncurkan Gress Digital di Semarak Gemilang 2026 untuk Perkuat Pembinaan Seni Berbasis Data

NYALANUSANTARA, Mungkid— Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong transformasi digital dalam berbagai sektor melalui peluncuran Gerakan Sanggar Sekolah Berbasis Data dan Dasbor Pemantauan Digital atau Gress Digital. Inovasi tersebut diluncurkan Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat membuka Festival UMKM Semarak Gemilang 2026 di Lapangan drh. Soepardi, Sawitan, Kota Mungkid, belum lama ini.

Festival yang berlangsung hingga Minggu (23/8/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Magelang.

Menurut Grengseng, perkembangan teknologi harus menjadi bagian dari pengelolaan berbagai sektor, termasuk dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Melalui Gress Digital, pemerintah daerah membangun basis data terpadu untuk memetakan potensi, inventarisasi, serta aktivitas sanggar seni sekolah di Kabupaten Magelang.

Sistem tersebut diharapkan dapat membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta sekolah dalam melakukan pemantauan perkembangan, kebutuhan, dan pembinaan seni secara lebih terarah.

“Melalui Gress Digital, saya berharap pembinaan bakat seni anak-anak kita tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terkelola dalam sebuah sistem tata kelola kebudayaan yang modern dan berkelanjutan,” ujar Grengseng.

Selain peluncuran inovasi digital, Festival UMKM Semarak Gemilang juga menjadi ruang yang menggabungkan sektor ekonomi, budaya, pelayanan publik, dan teknologi.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Magelang menghadirkan 84 stand yang terdiri dari 59 stand perangkat daerah dan kecamatan, dua stand BUMD dan KDKMP, serta 23 stand UMKM.

Festival juga menghadirkan lima mobil pelayanan dan 36 lapak PKL. Berbagai agenda turut memeriahkan kegiatan, seperti Borobudur Tekno Fest, pertunjukan seni tradisional, wayang kulit, festival balon udara, bursa kerja, pasar murah, hingga promosi produk lokal.

Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang Wahyu Hernowo mengatakan festival tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur masyarakat.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini