Ayam KUB Mulai Dilirik Peternak Pati, Dinas Dorong Budidaya dan Pengolahan Pakan Lokal

Ayam KUB Mulai Dilirik Peternak Pati, Dinas Dorong Budidaya dan Pengolahan Pakan Lokal

NYALANUSANTARA, Pati– Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) mulai mendapat perhatian peternak unggas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibanding ayam kampung lokal serta produktivitas telur yang tinggi membuat jenis ayam hasil seleksi genetik tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha peternakan masyarakat.

Untuk mendorong pengembangannya, Dinas Peternakan Kabupaten Pati memberikan edukasi kepada kelompok ternak mengenai karakteristik, keunggulan, hingga teknik pemeliharaan ayam KUB.

Pengawas Mutu Pakan Dinas Peternakan Kabupaten Pati, Dwi Lestari Ariyanti, mengatakan populasi ayam KUB di wilayah Pati saat ini belum dicatat secara khusus. Hal itu karena jumlah peternak yang mengembangkan ayam tersebut masih relatif terbatas dan masih masuk dalam pencatatan ayam kampung.

"Karena masih kita analogikan dengan ayam kampung biasa, peternak yang memelihara belum begitu banyak untuk saat ini," kata Dwi di sela kegiatan penyuluhan di Pati, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, ayam KUB merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik yang dikembangkan melalui riset Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor. Ayam tersebut pada awalnya dikembangkan terutama untuk tujuan produksi telur.

Salah satu keunggulan ayam KUB adalah produktivitas telurnya. Dalam kondisi pemeliharaan yang baik, ayam KUB mampu menghasilkan sekitar 160-180 butir telur per ekor dalam setahun.

Selain produktivitas telur, ayam KUB juga memiliki pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibanding ayam kampung lokal. Dari sisi konsumsi pakan, kebutuhan pakannya dinilai tidak sebanyak ayam ras, sementara karakteristik dagingnya tetap menyerupai ayam kampung.

Kondisi tersebut membuat ayam KUB memiliki peluang pasar yang cukup menarik, terutama bagi konsumen yang mencari daging ayam dengan cita rasa dan tekstur seperti ayam kampung.

Potensi tersebut mulai dimanfaatkan Kelompok Ternak Guyup Makmur Pati. Kelompok tersebut telah mengembangkan sekaligus melakukan pembibitan ayam KUB.

Namun, pemasaran hasil pembibitan saat ini masih terbatas di lingkungan anggota kelompok ternak. Skala usaha yang masih berkembang menjadi salah satu alasan ayam KUB belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Pati.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini