Wamenkeu Suahasil: APBN 2027 Disiapkan untuk Hadapi Guncangan Ekonomi Global

Wamenkeu Suahasil: APBN 2027 Disiapkan untuk Hadapi Guncangan Ekonomi Global

NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah memastikan kondisi perekonomian Indonesia dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap memiliki daya tahan menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menjaga ruang fiskal agar pemerintah tetap memiliki kemampuan merespons apabila terjadi guncangan.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan ketidakpastian global masih tinggi. Namun, APBN sejak awal dirancang dengan ruang yang cukup untuk menyerap berbagai risiko yang mungkin muncul.

"Mindset kita di sini, di Kementerian Keuangan adalah terus melihat situasi dunia ini masih terus volatile. Namun pada saat yang bersamaan kita juga cukup confident yang namanya APBN kita dari sejak awal didesain memiliki ruang-ruang yang bisa menjadi absorption," ujar Suahasil dalam Mandiri Sekuritas Investor Meeting di Jakarta, Selasa (1/9).

Menurut Suahasil, ketahanan fiskal tersebut berjalan beriringan dengan kondisi perekonomian nasional yang masih relatif kuat. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, dan aliran modal mulai kembali masuk ke Indonesia.

"APBN, perekonomian Indonesia cukup resilien. Pertumbuhan menunjukkan angka yang cukup baik dan ini membuat, memastikan, meyakinkan kita bahwa yang namanya ekonomi Indonesia itu resiliensinya tinggi," katanya.

Untuk tahun depan, pemerintah merancang RAPBN 2027 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dan inflasi 2,5 persen. Nilai tukar rupiah dipatok Rp17.500 per dolar AS, sementara defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Suahasil mengatakan penurunan defisit tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengendalian fiskal, tetapi juga menjadi sinyal kepada pasar mengenai kredibilitas pengelolaan APBN.

"Tahun depan kita ingin turunkan ke 2,4 dan menurunkan ke 2,4 ini, ini kita ingin memberikan signal kepada market bahwa pengelolaan APBN-nya kredibel," ujarnya.

Dengan defisit yang dirancang sebesar 2,4 persen terhadap PDB, pemerintah masih memiliki ruang untuk menjaga defisit tetap di bawah batas 3 persen apabila perekonomian global menghadapi guncangan yang lebih besar.

"Kalau sampai ada apa-apa dengan perekonomian dunia, sampai ada shock yang berlebihan yang kita harus tangkap dan kita harus absorb, defisit kita 2,4. Kita banyak ruang untuk tetap di bawah 3 persen itu," tegas Suahasil.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini