ESDM Jamin Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran Perhatikan Cagar Budaya

ESDM Jamin Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran Perhatikan Cagar Budaya

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah, akan tetap memperhatikan keberadaan kawasan cagar budaya, salah satunya Candi Gedong Songo.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan aspek teknis, keselamatan, dan perlindungan kawasan bernilai budaya menjadi bagian yang diperhitungkan dalam proses pengembangan proyek tersebut.

Hal itu disampaikan Eniya saat ditemui di sela-sela The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu.

Menurut Eniya, pengembangan panas bumi di kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya bukan hal baru. Ia mencontohkan proyek PLTP Dieng di Wonosobo yang berada di kawasan dengan potensi geologi, keanekaragaman hayati, pariwisata, budaya, hingga pertanian.

Ia menilai pengalaman pengembangan panas bumi di Dieng menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan tetap dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kawasan sekitarnya.

"Kalau Dieng malah bagus. Dikembalikan lagi ke hutan produksi, hutan yang hijau kembali. Itu sangat diperhatikan," ujar Eniya.

Terkait proyek Gunung Ungaran, Kementerian ESDM juga berencana membuka komunikasi dengan masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai rencana pengembangan panas bumi sekaligus memastikan aspek sosial turut diperhatikan.

Eniya menjelaskan lokasi pengeboran panas bumi nantinya berada cukup jauh dari kawasan cagar budaya. Pengembangan proyek ini juga dinilai penting untuk mendukung ketahanan dan kestabilan pasokan listrik di Jawa Tengah.

Ia kembali menjadikan PLTP Dieng sebagai contoh bahwa pembangkit panas bumi dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas jaringan listrik Jawa.

"Kami akan membangun yang sama dengan yang di Dieng. Buktinya, di Dieng nggak masalah dan itu menjadi stabilisasi di grid-nya Jawa. Jawa Tengah termasuk yang harus dijaga grid-nya," katanya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini