OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan di Indonesia Sangat Stabil

OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan di Indonesia Sangat Stabil

Fenomena pelarian modal asing keluar dari pasar berkembang masih terus berlangsung karena ketidakpastian kebijakan moneter global. Namun demikian perekonomian domestik Indonesia justru mampu mencatatkan pertumbuhan yang sangat memuaskan yakni sebesar 5,29 persen.

Pertumbuhan ekonomi nasional didukung oleh investasi domestik yang kuat serta realisasi belanja pemerintah yang cukup optimal. Konsumsi rumah tangga juga bertahan sebagai penopang utama perekonomian di tengah tantangan laju inflasi domestik terkendali.

Laju inflasi nasional pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan dan berada dalam rentang sasaran. Sementara itu indeks manufaktur Indonesia masih berada pada zona kontraksi tipis akibat penurunan pemesanan dari luar negeri.

Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia mengalami moderasi akibat berlanjutnya defisit neraca perdagangan pada periode pertengahan tahun ini. Defisit transaksi berjalan juga tercatat meningkat hingga mencapai angka 3,3 persen dari total Produk Domestik Bruto.

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Domestik dan Kebijakan Strategis OJK

Pasar saham domestik menunjukkan tren penguatan yang sangat positif sepanjang perjalanan bulan Agustus tahun 2026 ini. Indeks Harga Saham Gabungan berhasil ditutup menguat ke level 6.525,48 atau naik sebesar 4,64 persen.

Investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih di pasar saham domestik dengan nilai mencapai Rp1,19 triliun. Selain itu tingkat likuiditas pasar modal domestik juga terpantau sangat memadai seiring membaiknya aktivitas perdagangan harian.

Rata-rata nilai transaksi harian di pasar saham meningkat cukup signifikan hingga mencapai angka Rp15,86 triliun rupiah. Indeks obligasi pemerintah Indonesia Composite Bond Index turut mengalami kenaikan hingga bertengger pada posisi level 440,04.

Minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara tetap positif dengan nilai beli bersih mencapai Rp15,35 triliun. Sementara itu nilai total aset kelolaan industri reksa dana nasional tercatat stabil pada angka Rp1.013,03 triliun.

Peluncuran instrumen Exchange Traded Fund Emas telah berhasil menarik perhatian masyarakat pemodal di pasar modal nasional. Sebanyak tujuh produk baru ETF Emas diterbitkan oleh manajer investasi dengan nilai kelolaan Rp90,39 miliar.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini