Rating Bank BJB Turun, Pemegang Saham Daerah Diminta Perketat Pengawasan

Rating Bank BJB Turun, Pemegang Saham Daerah Diminta Perketat Pengawasan

Di sisi lain, cakupan pencadangan terhadap NPL turun dari 91,6 persen pada akhir 2025 menjadi 85,8 persen pada Juni 2026.

Perkembangan tersebut menjadi indikator yang perlu diperhatikan karena menunjukkan adanya tekanan terhadap kualitas aset sekaligus perlindungan pencadangan.

Kondisi tersebut juga menimbulkan kebutuhan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian kredit, pemantauan debitur, penanganan kredit bermasalah, hingga penerapan manajemen risiko.

Hal ini menjadi penting mengingat Bank BJB memiliki captive market yang kuat di Jawa Barat dan Banten. Perseroan berada dalam ekosistem pemerintah daerah, mengelola berbagai transaksi daerah, serta memiliki basis nasabah dari lingkungan aparatur sipil negara.

PEFINDO menyebut melemahnya kemampuan pembayaran debitur, terutama pada segmen kredit produktif, menjadi salah satu faktor yang menekan kualitas aset Bank BJB. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi berkurangnya transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta kondisi usaha debitur.

Berdasarkan laporan keuangan Bank BJB per 31 Maret 2026, kredit bermasalah konsolidasian mencapai sekitar Rp3,81 triliun.

Kredit bermasalah terbesar tercatat pada kategori lain-lain sekitar Rp1,32 triliun, disusul sektor perdagangan Rp1,11 triliun, industri Rp651,53 miliar, dan konstruksi Rp419,74 miliar.

Bank BJB juga merencanakan penghapusbukuan atau write-off kredit sebesar Rp814 miliar pada 2026. Perseroan memperkirakan dapat memulihkan kredit bermasalah sekitar Rp280 miliar.

Penghapusbukuan merupakan mekanisme yang lazim dilakukan dalam industri perbankan. Langkah tersebut tidak serta-merta menghapus kewajiban debitur karena proses penagihan terhadap kredit yang telah dihapus buku tetap dapat dilakukan.

Karena sebagian besar saham Bank BJB dimiliki pemerintah daerah, proses tersebut perlu disertai akuntabilitas yang kuat. Pemegang saham daerah perlu memastikan setiap langkah penanganan dan penagihan kredit bermasalah dilakukan secara optimal.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini