Uni Eropa Masih Butuh Sawit Indonesia, Ekspor CPO Tembus USD 8,9 Miliar hingga Mei 2025

Uni Eropa Masih Butuh Sawit Indonesia, Ekspor CPO Tembus USD 8,9 Miliar hingga Mei 2025

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa 27 negara anggota Uni Eropa masih sangat bergantung pada pasokan kelapa sawit dari Indonesia. Hal ini ia sampaikan usai menghadiri Breakfast Forum bersama Kadin dan Madef di Paris, Senin (15/7). Hashim menegaskan bahwa komoditas sawit Indonesia tidak terkena sanksi dari Uni Eropa.

Menurutnya, berbagai produk seperti sabun, sampo, hingga makanan olahan yang beredar di pasar Eropa menggunakan bahan baku utama dari kelapa sawit. “Banyak produk-produk itu bahan bakunya dari kelapa sawit,” jelas Hashim.

Pemerintah Indonesia sendiri telah diminta memenuhi sejumlah persyaratan oleh pihak Eropa, dan Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menyatakan kesediaannya untuk menyanggupi permintaan tersebut. Penjelasan lebih rinci disebut akan disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan.

Sementara itu, kontribusi ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia masih besar terhadap neraca perdagangan nasional. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2025, ekspor CPO mencapai nilai USD 8,90 miliar dengan volume 8,30 juta ton. Negara tujuan utama ekspor pada periode ini adalah Pakistan, India, dan China.

Secara bulanan, nilai ekspor CPO pada Mei 2025 mencapai USD 1,85 miliar, naik 61,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, tren lima tahun terakhir menunjukkan fluktuasi. Ekspor tertinggi terjadi pada 2022 dengan nilai USD 27,74 miliar, sementara pada 2024 tercatat menurun menjadi USD 20,05 miliar dengan volume ekspor 21,64 juta ton.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini