Mari Elka Pangestu: RI Butuh Investasi Rp 4.000 Triliun Demi Pertumbuhan Ekonomi dan Transisi Hijau

Mari Elka Pangestu: RI Butuh Investasi Rp 4.000 Triliun Demi Pertumbuhan Ekonomi dan Transisi Hijau

NYALANUSANTARA, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menekankan bahwa Indonesia membutuhkan investasi besar-besaran dalam lima tahun ke depan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Berbicara dalam Indonesia Net-Zero Summit 2025 di Djakarta Theatre, Sabtu (26/7), Mari menyebut bahwa nilai investasi yang diperlukan mencapai USD 200 miliar–250 miliar, atau sekitar Rp 3.271 triliun–Rp 4.089 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.359 per dolar AS).

“Jika ingin berkembang di 8 persen, kita telah mengetahui bahwa kita membutuhkan USD 200 hingga USD 250 miliar untuk investasi dalam lima tahun berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa besarnya aliran dana tersebut tidak bisa berjalan tanpa arah yang jelas. Investasi harus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan hijau, melalui strategi terpadu yang mencakup sektor prioritas, reformasi kebijakan, dan perencanaan pembiayaan jangka panjang.

Mari mencontohkan Brasil sebagai negara yang telah meluncurkan rencana transformasi ekologi skala nasional, yang melibatkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Pendekatan ini dinilainya bisa menjadi model transisi berkelanjutan bagi Indonesia.

“Bagi kita, itu mungkin mencakup transisi energi, pengelolaan hutan dan tanah, dan saya ingin menekankan pentingnya adaptasi. Adaptasi masih jarang dibahas padahal sangat penting,” lanjutnya.

Pernyataan Mari Elka selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya menyatakan minatnya untuk mempelajari keberhasilan Brasil dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Saya juga ingin belajar dari Brasil yang sudah sukses. Jadi saya sudah meminta tim saya untuk mengatur dengan investor Anda ke Indonesia,” kata Prabowo dalam forum Indonesia-Brasil Business Forum di sela KTT G20 di Rio de Janeiro, Senin (18/11) lalu.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia kian serius menyiapkan ekosistem investasi hijau guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini