Gen Z Mulai Ramaikan Sektor Ternak Karena Terbukti Datangkan Cuan

Gen Z Mulai Ramaikan Sektor Ternak Karena Terbukti Datangkan Cuan

NYALANUSANTARA, Ungaran- Tak bisa dipungkiri stigma kotor, becek dan berbau dari kegiatan beternak yang menjadikan kaum milenial (gen Z) menjauhi bidang itu sebagai profesi. Namun saat ini, bidang itu dianggap prospektif dan mendatangkan cuan (finansial), sehingga banya kalangan muda (gen Z) mulai meramaikan sektor peternakan.

Hal itu setidaknya sudah dibuktikan oleh para pelaku usaha ternak di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah yang notabene mereka dari kalangan milenial.

"Kalau tidak menguntungkan, mengapa kami ada diusaha ternak ini sampai 4 atau 5 lima tahun?" kata Agus Tri Sudaryanto, S.Pt salah satu peternak unggas jenis itik dari Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Sejauhmana sebenarnya keterlibatan anak muda (gen Z) pada sektor peternakan ini dibahas pada Talkshow Teja Ungu (Ternak Jawa Tengah Urip lan Nguripi). 

Talkshow dengan tema Yang Muda yang Berkarya diselenggarakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah dan didukung PT Eka Farma Semarang produsen obat hewan dan Dreamlight World Media (DWM) itu berlangsung di studio DWM Kamis 14 Agustus 2025 

Bagaimana sesungguhnya bentuk pelibatan kaum muda pada peternakan? "Kami selalu bikin konten-konten edukasi sebagai upaya regenerasi, maka itu akan menarik minat gen Z. Regenerasi ini harus ada, kalau tidak ada bagaimana dengan ketahanan pangan?" ujar Agus Tri Sudaryanto.

Masih soal pelibatan anak muda, kali ini bukan di ternak itik tapi domba. Bahwa sekarang ini yang sedang kerkembang adalah  pemberdayaan domba untuk seni (kontes), selain pembiakan (breeding) dan konsumsi (pedaging). Para peternak domba ini tergabung asosiasi  Domba Seni Lokal (DSL) yang sudah berkembang di beberapa kota di Jateng.

Kalau selama ini dikenal ada domba Garut khusus untuk seni (aduan), maka kami kembangkan ras domba  Temanggung untuk kepentingan kontes," kata Adit (dari DSL Temanggung).

Masih kata Adit,  di sektor domba ini peran anak muda sangat ditunggu dengan inovasi-inovasinya.  "Sekarang ini DSL sudah mendekati (skala) nasional karena sudah 85 persen DSL adalah anak-anak muda," ujar Adit. Selama ini domba sedang jadi primadona karena dikembangkan sebagai pangsa baru. "Lihat saja, jika sudah lewat kontes harga cempe (anak kambing) bisa menjadi melejit dari hanya ratusan ribu rupiah bisa menjadi jutaan rupiah," papar Adit.

Lalu bagaimana respon pemerintah atas maraknya gen Z sebagai petani ternak?

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini