Dukungan dan Komitmen Jadi Kunci Delegasi UNAIR Raih Penghargaan KDMI 2025
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dalam ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) yang diselenggarakan oleh Ditjen Belmawa Kemendikbudristek. Pada puncak acara di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jumat (24/10/2025), delegasi UNAIR berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi.
Muhammad Narendra Putra Nazar (FISIP) dinobatkan sebagai Juri Institusi (N1) Terbaik I kategori Utama, sementara dua delegasi lainnya, Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra (FK) dan Najwa Latifah (FISIP), berhasil menembus babak semifinal KDMI 2025.
Dosen pembina UKM Airlangga Debating Society (ADS), Usma Nur Dian Rosyidah, S.S., M.A., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, KDMI merupakan kompetisi debat nasional paling bergengsi yang diadakan sejak 2018 sebagai wadah bagi talenta debat Bahasa Indonesia. “UNAIR sudah lama dikenal sebagai kampus dengan tradisi debat yang kuat. Dari kategori novice hingga kini di level open, mahasiswa UNAIR terus menunjukkan perkembangan luar biasa,” ujarnya.
Meski hasil tahun ini sudah membanggakan, Dian berharap tim UNAIR dapat terus meningkatkan performa agar ke depan bisa mencapai babak grand final.
Perjalanan menuju pencapaian ini tentu tidak mudah. Para delegasi mengakui bahwa membagi waktu antara perkuliahan dan latihan debat merupakan tantangan terbesar. Rafi mengungkapkan bahwa mereka mengandalkan koordinasi ketat melalui Google Calendar untuk mengatur jadwal. “Kami memastikan tidak ada yang tertinggal dan tetap sinkron dengan kegiatan pribadi masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Narendra menekankan pentingnya latihan rutin dan komunikasi yang solid antaranggota. “Kuncinya adalah komitmen dan efisiensi latihan. Semua anggota punya kesibukan, tapi kami berpegang pada misi bersama,” katanya.
Najwa Latifah menambahkan bahwa menjaga keseimbangan fisik dan mental juga menjadi strategi utama. “Kalau hasil belum maksimal, itu artinya masih ada ruang untuk memperbaiki diri,” tuturnya.
Keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan penuh universitas. Narendra menyebut bahwa UNAIR menyediakan fasilitas, pelatihan, dan pendanaan yang membuat delegasi dapat fokus berkompetisi. “Dukungan seperti coaching dan pembinaan membuat kami bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Ia berharap bentuk dukungan tersebut dapat terus berlanjut agar prestasi debat UNAIR semakin meningkat di masa depan. “Kami ingin membawa nama UNAIR lebih tinggi lagi di kancah nasional,” pungkasnya.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Surabaya - Princetta Nadja, mahasiswa Fakultas Hukum…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih penghargaan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - Menteri Hukum (Menkum), Supratman Andi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Serangan militer Thailand terhadap Kamboja di…
NYALANUSANTARA, Semarang - Manajemen PSIS Semarang menggelar audiensi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah China pada Senin, 15 Desember…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Edisi bahasa Indonesia dari buku bertajuk…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Kementerian Kebudayaan menetapkan sebanyak 514 warisan…
NYALANUSANTARA, Magelang— Puluhan warga Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag,…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
Komentar