Jelang Pemilu, Pakar UNAIR Berikan Tips Menjaga Kesehatan bagi KPPS

Jelang Pemilu, Pakar UNAIR Berikan Tips Menjaga Kesehatan bagi KPPS

Dr Andrianto dr Sp JP SubSp IKKv(K) FIHA FAPSC FESC, Dokter Sekaligus Dosen di Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR

“Tidak perlu doping. Justru kalau sistem doping, tubuh tidak dalam keadaan fit, dan teraktivasi berlebihan, nantinya juga akan kontraproduktif,” sambungnya.

Terakhir, kenali diri sendiri. Ia menyebut jika tubuh akan mengirim sinyal jika sedang tidak fit. Jika sinyal itu mengganggu seperti kecapaian, ngos-ngosan, dan berdebar, maka patut waspada dan segera kunjungi fasilitas kesehatan.

“Semakin singkat kita memanfaatkan waktu, maka jantung kita tidak akan dalam keadaan yang lebih buruk,” tuturnya.

Pingsan Saat Bertugas

Ketika ada anggota yang pingsan, dr Andrianto menghimbau untuk memeriksa terlebih dahulu nafas dan denyut nadinya. Jika keduanya terdeteksi, pasien hanya perlu berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala selama 10 hingga 15 menit. Pasien seperti ini harus istirahat dan berlanjut pada pemeriksaan lebih detail di fasilitas kesehatan. 

Kondisi tersebut akan berbeda ketika pasien berhenti bernafas dan nadi tidak terdeteksi, terlebih akibat henti jantung. Ia mengungkapkan jika angka harapan hidup dari henti jantung sangat rendah, maka upaya penanganan harus segera terlaksana.

“Ketika upaya penyelamatan henti jantung bisa dilakukan dalam 20 menit, 1 dari 5 bisa selamat. Kalau berhubungan dengan kegawatan jantung, pembuluh darah, dan saraf, sangat berhubungan dengan kecepatan dan ketepatan penanganan,” pungkasnya. (*)

preferred sources in Google Searc


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini