Dari Kampus ke Bangkok, MouthEZ Antar Mahasiswa UNAIR Raih Medali Perak Internasional

Dari Kampus ke Bangkok, MouthEZ Antar Mahasiswa UNAIR Raih Medali Perak Internasional

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui inovasi teknologi kesehatan bertajuk MouthEZ. Inovasi berupa aplikasi deteksi dini kanker mulut ini sukses meraih Silver Medal serta Stage Presentation Appreciation kategori CLASS A–Medicine and Public Health/Medical Technology/Pharmacy/Hygiene dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) yang digelar di Bangkok, Thailand.

Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC) dan diikuti oleh peserta dari 31 negara. Tim UNAIR terdiri dari mahasiswa lintas fakultas, yakni Arifianti, Given Exaudi Girsang, dan Zalfa Anindya Laksana dari Fakultas Kedokteran (FK); David Mey Norton dan Aura Tahta Imani dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST); serta Muhammad Zaidan Fathirifansa dan Nisriina Hilmi Rajiva dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi salah satu kekuatan utama di balik keberhasilan MouthEZ.

Ketua tim, Arifianti, menjelaskan bahwa MouthEZ merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendeteksi lesi kanker mulut secara dini. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi Convolutional Neural Network (CNN) dengan auto-hyperparameter tuning untuk menganalisis citra area mulut. Pengguna hanya perlu mengambil foto bagian mulut yang dicurigai, kemudian sistem akan memberikan hasil skrining awal disertai rekomendasi tindak lanjut secara cepat, non-invasif, dan terjangkau.

Inovasi MouthEZ lahir dari keprihatinan tim terhadap masih tingginya kasus kanker mulut yang terdiagnosis pada stadium lanjut, khususnya di Indonesia. Keterbatasan akses skrining, rendahnya edukasi masyarakat, serta belum terintegrasinya deteksi dini kanker mulut dalam kebijakan kesehatan nasional menjadi latar belakang utama pengembangan aplikasi ini. Melalui MouthEZ, tim berharap deteksi dini dapat dilakukan lebih luas, terutama di tingkat layanan kesehatan primer.

Dalam proses pengembangan, tim membagi peran secara jelas. Mahasiswa dari FST dan FTMM berfokus pada pengembangan teknis aplikasi, sementara tim dari FK berperan dalam perumusan konsep medis, validasi klinis awal, serta persiapan presentasi dan aspek non-teknis lainnya. Tantangan yang muncul selama persiapan diatasi melalui manajemen waktu yang disiplin, diskusi rutin, dan kerja sama tim yang solid.

Keberhasilan meraih medali perak di IPITEx, menurut Arifianti, ditentukan oleh relevansi inovasi dengan permasalahan nyata di masyarakat, kolaborasi lintas disiplin, serta persiapan yang matang. MouthEZ dinilai aplikatif, memiliki alur penggunaan yang sederhana, dan berpotensi diimplementasikan secara luas di dunia nyata.

Ke depan, tim berencana mengembangkan MouthEZ melalui uji coba bersama fasilitas kesehatan primer, perluasan dataset untuk meningkatkan akurasi, serta penambahan fitur seperti klasifikasi tingkat keparahan kanker mulut. Saat ini MouthEZ telah dapat diakses melalui website dan ditargetkan akan segera diluncurkan di Play Store dan App Store sebagai langkah menuju implementasi berkelanjutan.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini