Ekonom Soroti Pentingnya Optimalisasi Kunjungan Prabowo ke Jepang untuk Perkuat Perdagangan
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Rektor Universitas Paramadina sekaligus ekonom INDEF, Didik J. Rachbini, menegaskan pentingnya memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Jepang di tengah persaingan global yang semakin ketat. Ia menilai kunjungan Prabowo Subianto ke Jepang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Menurutnya, hubungan perdagangan Indonesia dengan Jepang bersifat komplementer atau saling melengkapi, berbeda dengan pola hubungan dengan China yang cenderung kompetitif. Dalam kerja sama dengan Jepang, kedua negara dapat memperoleh manfaat optimal karena struktur ekonominya saling mengisi.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia berperan sebagai pemasok sumber daya alam, sementara Jepang menyediakan teknologi, mesin, serta investasi industri. Pola ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan memperkuat cadangan devisa kedua negara.
Sebaliknya, hubungan dagang dengan China dinilai lebih menantang karena bersifat substitutif, yakni terjadi persaingan pada produk sejenis. Kondisi ini memberikan tekanan terhadap industri dalam negeri, khususnya sektor manufaktur.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena premature deindustrialization atau deindustrialisasi dini yang dipicu oleh ketatnya persaingan tersebut. Dampaknya tidak hanya pada defisit neraca perdagangan manufaktur, tetapi juga melemahkan daya saing pelaku UMKM.
Dalam analisisnya, meskipun pertumbuhan ekonomi Jepang relatif stabil dan tidak terlalu tinggi, ukuran ekonominya tetap besar dan strategis bagi Indonesia. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kunjungan presiden tidak boleh sekadar bersifat simbolis, melainkan harus menghasilkan langkah konkret.
Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut berupa strategi yang terarah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Kerja sama dengan Jepang dinilai berpotensi mendorong transfer teknologi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat sektor industri seperti otomotif dan elektronik.
Selain itu, Jepang selama ini mengimpor berbagai komoditas dari Indonesia seperti energi, batubara, LNG, serta produk pertanian dan perikanan. Sebaliknya, Indonesia mendapatkan akses terhadap teknologi maju, mesin industri, dan investasi yang menjadi kunci penguatan industri nasional.
Editor: Lulu
Terkini
Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi…
Semarang – Prestasi kembali ditorehkan oleh sivitas akademika…
NYALANUSANTARA, Semarang – Gelandang anyar PSIS Semarang, Syahrian…
Pemkot Semarang-Masyarakat Rawat Harmoni dalam Perayaan Kedatangan Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke-166
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng,…
NYALANUSANTARA, Semarang - Perkembangan E-Sport dalam beberapa tahun…
NYALANUSANTARA, Semarang - PSIS Semarang resmi memperpanjang kontrak…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra…
NYALANUSANTARA, Semarang - PSIS Semarang kembali menambah amunisi…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bandara Internasiobal Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
Komentar