Kisah Inspiratif Abdurrahman Fawwaz, Hafidz 20 Juz dari Teknik Kimia Undip: Wujudkan Harmoni Sains dan Al-Qur’an

Kisah Inspiratif Abdurrahman Fawwaz, Hafidz 20 Juz dari Teknik Kimia Undip: Wujudkan Harmoni Sains dan Al-Qur’an

NYALANUSANTARA, Semarang – Prestasi membanggakan Abdurrahman Fawwaz, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro angkatan 2022 yang berhasil menunjukkan kiprahnya tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam penguasaan Al-Qur’an dengan capaian hafalan 20 juz.

Melalui jalur SNMPTN, Fawwaz menapaki dunia kampus dengan tekad kuat untuk berkembang, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam penguatan karakter dan kontribusi nyata.

Kini, di penghujung masa studinya, Fawwaz tengah fokus menyelesaikan skripsi sekaligus menjalankan peran sebagai asisten laboratorium di lingkungan Teknik Kimia. Peran tersebut menjadi ruang aktualisasi sekaligus penguatan kompetensi praktis yang melengkapi pembelajaran di kelas.

Selama menempuh pendidikan di UNDIP, Fawwaz merasakan atmosfer kampus yang dinamis dan suportif. Lingkungan ini mendorongnya untuk terus berkembang, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan riset dan kompetisi turut membentuk kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kerja sama tim.

Minat dan konsistensinya dalam bidang Al-Qur’an mengantarkan Fawwaz mengikuti berbagai kompetisi, khususnya di cabang hifdzil Qur’an. Selain itu, ia juga aktif dalam ajang sains, teknologi, dan inovasi mahasiswa di tingkat kota hingga nasional. Salah satu capaian terbarunya adalah meraih Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 cabang Hifdzil Qur’an 20 Juz yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, mewakili UNDIP.

Perjalanan menuju prestasi tersebut bukanlah proses instan. Fawwaz melewati tahapan seleksi ketat di tingkat universitas hingga pembinaan intensif yang difasilitasi oleh UNDIP. Dukungan kampus dalam bentuk pelatihan rutin menjadi bekal penting yang membantunya tampil optimal saat perlombaan.

“Capaian ini membawa rasa syukur, bangga, sekaligus haru. Apalagi sebelumnya saya pernah mengikuti MTQMN pada tahun 2023 namun belum memperoleh hasil maksimal. Dari situ saya belajar untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.

Bagi Fawwaz, semangat “UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat” memiliki makna mendalam. Ia meyakini bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Prestasi yang diraih bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sarana membawa nama baik kampus dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Motivasi terbesarnya berangkat dari kepercayaan yang diberikan UNDIP untuk mewakili kampus di tingkat nasional. Amanah tersebut menjadi dorongan kuat untuk memberikan performa terbaik. Ia juga menekankan bahwa kegagalan yang pernah dialami justru menjadi titik balik untuk belajar, berbenah, dan bangkit lebih kuat.

Dalam pandangannya, peran mahasiswa sangat strategis dalam mendukung visi UNDIP menuju World Class University. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui karya ilmiah, inovasi, serta prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi dan publikasi ilmiah secara tidak langsung turut meningkatkan reputasi global UNDIP.


Editor: Holy

Komentar

Terkini