Unwahas Semarang-PT PNM Hadirkan Program MBA MAYA, Upaya Perluas Dampak Tridarma Perguruan Tinggi

Unwahas Semarang-PT PNM Hadirkan Program MBA MAYA, Upaya Perluas Dampak Tridarma Perguruan Tinggi

NYALANUSANTARA, Semarang - LPPM Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas Semarang bersama PT Permodalan Nasional Madani/ PT PNM kembali memperkuat sinergi pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif bertajuk Program MBA MAYA (Membina dan Memberdaya) Fase Ketiga, yang digelar serentak pada Jumat, 15 Mei 2026 di lima titik wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam memperluas dampak tridarma melalui pendampingan usaha bagi pelaku UMKM, khususnya nasabah binaan PNM Mekaar.

Program ini dilaksanakan serentak di lima lokasi, yakni di Aula Kecamatan Dempet, Aula Balaidesa Donorojo, Aula Kecamatan Genuk, Aula Kelurahan Tambangan, serta Aula Kecamatan Boja. Kegiatan ini menyasar penguatan kapasitas usaha mikro melalui materi praktis yang aplikatif, mulai dari manajemen stok, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Di wilayah Demak, kegiatan dipusatkan di Aula Kecamatan Dempet dan Aula Balaidesa Donorojo. Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Agus Riyanto selaku Ketua LPPM Unwahas yang menegaskan pentingnya penguatan ekosistem UMKM melalui sinergi perguruan tinggi dan dunia usaha.

Dalam sambutannya, Agus Riyanto menyampaikan bahwa program kolaboratif ini merupakan bentuk nyata kontribusi kampus terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha mikro perempuan. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan akan membantu pelaku usaha naik kelas, terutama di era digital yang menuntut adaptasi cepat terhadap perubahan pasar.

Lutfi Aulia Maharani yang mengapresiasi kolaborasi strategis dengan Unwahas. Ia menilai keterlibatan akademisi sangat penting untuk memberikan penguatan pengetahuan bisnis yang berbasis praktik kepada para nasabah PNM, khususnya dalam pengembangan usaha rumahan.

Turut hadir memberikan sambutan, Drs. Haryoto yang menyatakan dukungannya terhadap program pemberdayaan ekonomi perempuan desa. Ia berharap para peserta mampu menerapkan materi yang diperoleh untuk meningkatkan daya saing usaha di tingkat lokal maupun regional.

Pada sesi utama, narasumber M Fatchurrohman menyampaikan materi seputar manajemen stok usaha, digital marketing UMKM, dan manajemen keuangan usaha mikro. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa persoalan umum UMKM terletak pada lemahnya pencatatan stok dan ketidakteraturan arus kas.

Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil yang telah mampu memproduksi barang berkualitas, namun belum mengoptimalkan promosi digital. Oleh karena itu, ia mendorong pemanfaatan media sosial, marketplace, dan katalog digital sebagai sarana memperluas pasar, sekaligus memperkenalkan produk ke konsumen yang lebih luas.

Sementara itu, di Semarang, kegiatan di Aula Kecamatan Genuk berlangsung dengan antusias tinggi. Sambutan disampaikan oleh Dr. Indah Hartati yang menegaskan bahwa pengabdian masyarakat harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas ekonomi keluarga melalui UMKM.

Dari pihak PT PNM, sambutan diberikan oleh Cinthya Alifa yang menyampaikan bahwa Program MBA MAYA menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan kepada nasabah Mekaar agar tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga edukasi usaha.


Editor: Holy

Komentar

Terkini