Unwahas Semarang-PT PNM Hadirkan Program MBA MAYA, Upaya Perluas Dampak Tridarma Perguruan Tinggi
Sebagai narasumber, Dr. Hj. Khanifah memberikan materi tentang peningkatan kualitas produk, penjualan online, dan pencatatan keuangan usaha. Ia menekankan bahwa kualitas kemasan, konsistensi produk, serta pelayanan kepada pelanggan menjadi faktor penting dalam keberhasilan UMKM menembus pasar yang lebih luas.
Pada lokasi lain, yakni di Aula Kelurahan Tambangan Kecamatan Mijen dan Aula Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, kegiatan juga berlangsung serentak dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Sambutan dari LPPM Unwahas disampaikan oleh Apt. Ayu Shabrina.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif menjadi strategi penting agar ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, program seperti ini menjadi jembatan antara teori akademik dengan praktik kewirausahaan di lapangan.
Sambutan dari PT PNM disampaikan oleh Muarifatun Naili Syifa yang menilai pelatihan ini sangat membantu nasabah binaan dalam mengembangkan usaha secara lebih profesional.
Di Kabupaten Kendal, sambutan pemerintah daerah disampaikan oleh Sucipto. Ia mengapresiasi langkah LPPM Unwahas dan PT PNM dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha kecil di wilayah pedesaan.
Pada sesi materi, narasumber Muhammad Ricza Irhamni membawakan tema strategi promosi UMKM, jual beli harian, pengelolaan utang pelanggan, serta potensi pengembangan bisnis. Ia menyoroti pentingnya menjaga cash flow usaha dan mengendalikan piutang agar usaha tetap sehat.
Ricza juga menjelaskan bahwa banyak UMKM yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun terhambat pada pola penjualan tradisional. Melalui pelatihan ini, peserta didorong memahami strategi promosi yang lebih adaptif, termasuk memanfaatkan jejaring digital, pelanggan tetap, serta inovasi layanan.
Kegiatan Program MBA MAYA ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari pelaku UMKM perempuan binaan PNM di masing-masing wilayah. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi, tanya jawab, hingga konsultasi usaha secara langsung dengan para narasumber.
Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto menegaskan bahwa program serentak di lima lokasi ini menjadi model pengabdian kolaboratif yang efektif, karena menjangkau masyarakat secara lebih luas dengan materi yang disesuaikan kebutuhan lapangan.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unwahas dan PT PNM berharap tercipta penguatan kapasitas kewirausahaan yang lebih inklusif, terutama bagi perempuan pelaku usaha mikro. Selain meningkatkan literasi usaha, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan memperkuat pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Editor: Holy
Terkini
Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spekulasi mengenai musik Awarapan 2 akhirnya terjawab.…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten…
Film Spirit yang dibintangi Prabhas dan Triptii Dimri…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Mengambil latar pemandangan matahari terbenam…

Komentar