BEM UPGRIS Gelar Sekolah Politik, Perluas Wawasan Mahasiwa
NYALANUSANTARA, Semarang - Rektor Universitas PGRI Semarang atau UPGRIS Dr Sapto Budoyo mengapresiasi penyelenggaraan seminar bertajuk Sekolah Politik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai politik sekaligus mendorong lahirnya budaya berorganisasi yang beretika dan berintegritas. Menurut rektor, selama ini politik masih sering dipahami sebatas aktivitas pemilu dan perebutan kekuasaan.
Padahal, politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan kampus. Karena itu, seminar pendidikan politik dinilai menjadi sarana yang tepat bagi mahasiswa.
Terutama untuk memahami politik secara lebih utuh, termasuk pentingnya etika, karakter, dan integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“Melalui kegiatan ini mahasiswa bisa memahami bahwa politik tidak hanya soal pemilu. Politik hadir dalam kehidupan sehari-hari sehingga perlu dipahami dengan baik agar mampu memilih dan memilah berbagai persoalan secara bijak,” katanya.
Ia menjelaskan, dinamika politik juga tidak dapat dilepaskan dari aktivitas organisasi kemahasiswaan maupun penyelenggaraan kegiatan kampus. Karenanya, mahasiswa perlu dibekali pemahaman mengenai praktik politik yang sehat dan beretika.
Keberanian dan Kesiapan Mental Kunci Memulai Usaha sejak di Bangku Kuliah Sapto menegaskan, UPGRIS memiliki komitmen untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik (hard skill), tetapi juga kemampuan nonakademik (soft skill).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk aktif dalam organisasi. Organisasi menjadi tempat belajar yang efektif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab sosial.
“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di ruang kuliah. Mereka juga perlu mengembangkan soft skill melalui organisasi sebagai bekal saat terjun ke masyarakat,” katanya.
Ia berharap seminar tersebut dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif berorganisasi sekaligus menjadikan organisasi sebagai ruang aktualisasi diri. Melalui pengalaman berorganisasi, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika politik secara positif dan menjunjung tinggi etika serta integritas.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Brebes – Sektor peternakan di Kabupaten Brebes,…
Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spekulasi mengenai musik Awarapan 2 akhirnya terjawab.…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten…
Film Spirit yang dibintangi Prabhas dan Triptii Dimri…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…

Komentar