Berkarya Lewat Lensa, Alumni UNAIR Suarakan Isu Kemanusiaan Melalui Foto Jurnalistik

Berkarya Lewat Lensa, Alumni UNAIR Suarakan Isu Kemanusiaan Melalui Foto Jurnalistik

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di era banjir informasi digital, sebuah foto sering kali mampu menyampaikan pesan yang lebih kuat daripada rangkaian kata-kata. Hal itulah yang menjadi prinsip kerja Adryan Yoga Paramadwya, alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), yang kini berkarier sebagai photojournalist di Kompas.

Bagi Yoga, foto jurnalistik bukan sekadar dokumentasi peristiwa, melainkan sarana untuk menghadirkan realitas kepada masyarakat dan membangun kesadaran terhadap berbagai isu kemanusiaan yang terjadi di berbagai daerah.

“Saya ingin foto yang saya hasilkan tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga menghadirkan kesadaran tentang peristiwa itu,” ujarnya.

Foto sebagai Perpanjangan Mata Publik

Menurut Yoga, foto jurnalistik memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa yang tidak dapat mereka saksikan secara langsung. Melalui gambar, publik dapat melihat kondisi nyata yang terjadi di lapangan secara lebih dekat dan emosional.

“Jurnalisme foto merupakan perpanjangan mata publik. Tidak semua orang bisa datang langsung ke lokasi kejadian, sehingga foto membantu masyarakat melihat kondisi yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Pemahaman tersebut semakin kuat saat ia meliput bencana di Aceh. Ketika akses listrik dan jaringan komunikasi terganggu, informasi dari lapangan menjadi sangat terbatas. Dalam situasi tersebut, foto-foto yang dihasilkan Yoga menjadi salah satu jendela bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi para penyintas bencana.

Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah ketika mengabadikan seorang warga yang menyeberangi sungai sambil memeluk bayi menggunakan tong karena akses jalan terputus. Ia juga memotret warga yang berkumpul di sekitar api unggun untuk menghangatkan tubuh ketika persediaan kebutuhan pokok semakin menipis.

Menurutnya, foto-foto tersebut membantu menunjukkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan ketika perhatian publik terhadap peristiwa tersebut mulai berkurang.

Membangun Kepedulian Melalui Jurnalisme Visual

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini