Mahasiswa UNAIR Kembangkan Adsorben Ramah Lingkungan untuk Atasi Limbah Logam Berat Tambang Nikel
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan inovasi untuk mengatasi pencemaran logam berat kromium heksavalen atau Cr(VI) yang banyak ditemukan di kawasan pertambangan. Polutan berbahaya tersebut diketahui dapat mengancam kesehatan manusia serta merusak lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik.
Penelitian ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas pertambangan nikel yang berperan sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik dan perangkat elektronik. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa UNAIR menawarkan metode adsorpsi magnetik dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan, yakni kulit singkong, zeolit alam, dan Fe3O4 yang berasal dari limbah slag besi.
Riset tersebut berjudul Komposit Zeolit Alam, Karbon Aktif Kulit Singkong, dan Fe3O4 Slag Besi sebagai Adsorben Efektif Limbah Cr(VI) Tambang Nikel. Penelitian ini berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta (RE).
Tim peneliti berasal dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR yang terdiri atas Sulaiman Fadhli, Muhammad Haris Afta Firdaus, Ahmad Soleh, Ahmad Zaydan Taqiyuddin, dan Layla Lubna Irwandy.
Ketua tim, Sulaiman Fadhli, menjelaskan bahwa gagasan penelitian tersebut muncul setelah mendapatkan materi perkuliahan dari Dr. rer. nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. Dalam perkuliahan tersebut dibahas mengenai limbah cair yang mengandung Cr(VI) dari aktivitas pertambangan nikel serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Menurut Sulaiman, pemanfaatan kulit singkong sebagai bahan baku karbon aktif masih jarang mendapat perhatian. Padahal, limbah hasil industri olahan singkong tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai material penyerap polutan.
Dalam penelitian ini, zeolit alam berfungsi sebagai adsorben yang membantu proses penyerapan logam berat Cr(VI), sedangkan slag besi dimanfaatkan sebagai sumber Fe3O4 yang memberikan sifat magnetis pada material adsorben. Kombinasi ketiga bahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan limbah tambang.
Saat ini, penelitian masih berada pada tahap pengujian laboratorium. Setelah dilakukan uji terhadap larutan Cr(VI) skala laboratorium, tim berencana melanjutkan pengujian menggunakan limbah asli dari pertambangan nikel.
Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah keberadaan polutan lain di dalam limbah tambang dapat memengaruhi kemampuan adsorben dalam menyerap Cr(VI).
Sulaiman berharap inovasi yang dikembangkan timnya dapat diterapkan secara luas sebagai solusi pengolahan limbah logam berat yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain memanfaatkan limbah industri sebagai bahan baku, penelitian ini juga mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDGs 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDGs 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim, SDGs 15 mengenai pelestarian ekosistem daratan, serta SDGs 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Brebes – Sektor peternakan di Kabupaten Brebes,…
Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spekulasi mengenai musik Awarapan 2 akhirnya terjawab.…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten…
Film Spirit yang dibintangi Prabhas dan Triptii Dimri…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…

Komentar