Mahasiswa UNAIR Kembangkan Pembalut Luka Berbahan Alami untuk Cegah Infeksi dan Percepat Penyembuhan

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Pembalut Luka Berbahan Alami untuk Cegah Infeksi dan Percepat Penyembuhan

NYALANUSANTARA, Surabaya – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan inovasi di bidang kesehatan melalui pengembangan pembalut luka medis atau wound dressing berbasis bahan alami. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu mencegah infeksi sekaligus mendukung proses penyembuhan luka dengan memanfaatkan material yang lebih ramah lingkungan.

Gagasan tersebut berhasil mengantarkan tim mahasiswa UNAIR meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta (RE) 2026. Melalui penelitian berjudul Film Hidrokoloid Inovatif Berbasis Pektin Maizena dan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis) untuk Wound Dressing Applications, mereka berupaya menghadirkan alternatif perawatan luka yang memanfaatkan sumber daya alami dan berkelanjutan.

Tim peneliti terdiri atas mahasiswa angkatan 2025, yaitu Abdullah Imam Abdul Rahman dari Fakultas Keperawatan (FKP), Desiva Frisillia Afanty dari Fakultas Farmasi (FF), Alya Nur Azizah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), M. Zain Hisyam Al Fikri Zuhdi dari Fakultas Keperawatan (FKP), dan Fisti Nisa Nur Azizah dari Fakultas Kedokteran (FK).

Ketua tim, Abdullah Imam Abdul Rahman, menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari perkembangan teknologi wound dressing berbasis hidrokoloid yang selama ini banyak digunakan sebagai pelapis atau pembungkus makanan. Dari konsep tersebut, tim mencoba mengembangkan material serupa yang dapat diterapkan pada bidang medis untuk mendukung konsep greener healthcare di masa depan.

Menurut Abdul, meskipun tema penelitian yang mereka usung tidak mengikuti tren penelitian yang umum memenangkan kompetisi, tim tetap optimistis bahwa inovasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan, khususnya pada perawatan dan penyembuhan luka.

Produk yang dikembangkan memanfaatkan kombinasi pektin dan maizena sebagai biopolimer alami, kemudian dipadukan dengan ekstrak daun teh hijau yang memiliki sifat regeneratif dan berpotensi membantu proses penyembuhan jaringan.

Dalam proses penelitian, tim melakukan serangkaian pengujian terhadap karakteristik material yang dihasilkan. Pengujian tersebut meliputi analisis struktur formulasi menggunakan metode Scanning Electron Microscope (SEM) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), uji kekuatan tarik, kemampuan menyerap air, hingga pengamatan profil pelepasan zat aktif dari material wound dressing.

Setelah tahapan laboratorium selesai, formulasi yang telah dikembangkan akan diuji secara in vivo. Tim juga akan melakukan pemeriksaan histopatologi untuk mengetahui efektivitas pembalut luka tersebut dalam membantu proses penyembuhan jaringan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini