Alumnus FPK UNAIR Ukir Prestasi di Dunia Riset Internasional Lewat Kajian Neuroendokrinologi Ikan

Alumnus FPK UNAIR Ukir Prestasi di Dunia Riset Internasional Lewat Kajian Neuroendokrinologi Ikan

NYALANUSANTARA, SURABAYA- Alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), Muhammad Rahmad Royan, berhasil menorehkan prestasi di dunia akademik internasional melalui kiprahnya dalam penelitian neuroendokrinologi ikan. Lulusan Program Studi Akuakultur angkatan 2010 itu kini aktif melakukan riset di Norwegia dan Jepang, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Ketertarikan Royan terhadap dunia penelitian telah tumbuh sejak menempuh pendidikan sarjana di UNAIR. Semangat tersebut membawanya melanjutkan studi magister di The University of Bergen, Norwegia, pada 2017–2019. Setelah itu, ia meraih gelar doktor di Norwegian University of Life Sciences (NMBU) pada 2023 dengan fokus penelitian di bidang endokrinologi ikan (fish endocrinology).

Masih pada tahun yang sama, Royan dipercaya menjadi Special Foreign Researcher di Atmosphere and Ocean Research Institute, The University of Tokyo, Jepang, hingga 2025. Saat ini, ia kembali berkarya sebagai peneliti di Norwegian University of Life Sciences sekaligus menjabat sebagai visiting researcher di The University of Tokyo.

Perjalanan akademiknya semakin gemilang setelah berhasil memperoleh dua pendanaan riset internasional bergengsi. Ia menerima International Research Fellowship dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) melalui skema Overseas Nominating Authorities untuk mendukung penelitian di Jepang selama periode 2023–2025. Selain itu, Royan juga meraih International Research Grant dari The Research Council of Norway (NFR) melalui program FRIPRO for Groundbreaking Research with International Mobility yang berlangsung pada 2025–2028.

Dalam penelitiannya, Royan menekuni bidang yang menggabungkan neuroendokrinologi ikan, biologi molekuler, dan rekayasa genetika. Di Norwegia, ia memanfaatkan ikan transgenik untuk mengkaji mekanisme biologis yang mengatur berbagai fungsi fisiologis. Sementara di Jepang, ia mengembangkan riset berbasis optogenetika, yakni teknologi yang memungkinkan aktivitas sel dikendalikan menggunakan cahaya.

Melalui pendekatan tersebut, Royan mengembangkan metode untuk merangsang sistem biologis pada ikan yang mengalami gangguan reproduksi sehingga mampu memijah kembali. Penelitiannya menggunakan ikan medaka sebagai organisme model untuk mempelajari berbagai aspek, mulai dari fungsi reproduksi, reproduksi musiman, hingga sistem osmoregulasi yang berperan menjaga keseimbangan cairan dan kadar garam dalam tubuh ikan.

Di balik sederet pencapaian internasional tersebut, Royan membagikan pesan inspiratif kepada generasi muda Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tidak lepas dari perpaduan doa, tawakal, dan kerja keras yang dijalani secara konsisten.

Ia mengibaratkan perjalanan hidup seperti latihan shaolin. Gerakan yang dilakukan berulang kali mungkin tampak melelahkan dan sederhana, namun justru menjadi proses penting yang membentuk ketangguhan, kedisiplinan, serta kesiapan dalam menghadapi peluang besar di masa depan.

"Hal-hal yang kita anggap tidak berarti dalam proses kehidupan sering kali justru menjadi latihan yang membentuk kedewasaan dan mempersiapkan kita menghadapi kesempatan-kesempatan besar di masa depan," tutur Royan.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini