Alumnus Ilmu Komunikasi UNAIR Bangun Mom Uung, Hadirkan Edukasi Gratis bagi Ribuan Ibu Menyusui

Alumnus Ilmu Komunikasi UNAIR Bangun Mom Uung, Hadirkan Edukasi Gratis bagi Ribuan Ibu Menyusui

NYALANUSANTARA, SURABAYA- Pandemi Covid-19 yang sempat mengguncang dunia kerja justru menjadi titik awal perjalanan karier Rinda Puspita, S.I.Kom, alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2016. Di tengah ketatnya persaingan akibat gelombang pemutusan hubungan kerja pada 2020, Rinda berhasil membangun kiprahnya bersama Mom Uung, sebuah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan ibu menyusui di Indonesia.

Tak lama setelah lulus, Rinda memperoleh kesempatan berkarier berkat bekal ilmu komunikasi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNAIR. Pengalaman tersebut kemudian membawanya berkontribusi dalam mengembangkan Mom Uung dan Moell sebagai wadah yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Rinda menilai kurikulum Ilmu Komunikasi UNAIR memberikan pemahaman yang aplikatif, terutama dalam membangun komunikasi yang humanis. Menurutnya, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan menciptakan makna bersama serta membangun hubungan yang mampu memberikan pengaruh positif kepada audiens.

Pemahaman tersebut menjadi fondasi ketika ia bersama tim membangun komunitas Mom Uung dari awal. Ia mengungkapkan bahwa setiap anggota komunitas dipandang sebagai subjek yang aktif, sehingga pendekatan komunikasi yang digunakan selalu mengedepankan empati dan keterlibatan.

Di bawah strategi yang diterapkannya, Mom Uung berkembang menjadi salah satu komunitas ibu menyusui terbesar di Indonesia. Berbagai program edukasi gratis, seperti kuliah melalui WhatsApp dan webinar di berbagai kota, berhasil menjangkau ribuan peserta. Bahkan, program penyelenggaraan webinar gratis terbanyak dalam satu tahun memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rinda menegaskan bahwa komunitas tersebut dibangun sebagai ruang berbagi dan edukasi, bukan sekadar sarana pemasaran produk. Kegiatan komersial dipisahkan melalui platform lain, seperti siaran langsung di TikTok maupun layanan e-commerce, sehingga komunitas tetap fokus memberikan dampak sosial yang nyata.

Menutup kisahnya, Rinda membagikan pesan kepada mahasiswa agar aktif mencari pengalaman selama masa kuliah. Ia menilai keterlibatan dalam organisasi, program magang, hingga berbagai kegiatan kampus akan menjadi bekal penting saat memasuki dunia profesional.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini