FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani

NYALANUSANTARA, Surabaya- Upaya menekan angka stunting tidak dapat terwujud oleh satu sektor saja. Memerlukan sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk memastikan setiap keluarga memperoleh akses terhadap edukasi dan pemenuhan gizi yang tepat. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan bertema Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting persembahan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, Selasa (7/7/2026). 

Kegiatan itu sekaligus menjadi pembuka hari kedua rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang mengusung penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting.

Dekan FKH UNAIR, Prof Dr Lilik Maslachah drh MKes, menegaskan bahwa program yang berlangsung merupakan implementasi nyata tri dharma perguruan tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, FKH UNAIR tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah terlaksana melalui berbagai program. Mulai dari peningkatan produktivitas ternak bagi 20 kelompok peternak bebek, pendampingan manajemen peternakan, bimbingan teknis hilirisasi produk seperti telur asin dan abon bebek, hingga pemberian mesin tetas. 

Pada tahap ketiga ini, fokus program diperluas pada pembangunan kesehatan masyarakat dengan skrining antropometri. Skrining terlaksana di delapan sekolah dasar yang berlangsung bersama Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Vokasi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR.

“Data antropometri yang telah kami olah akan kami teruskan sebagai dasar penyusunan intervensi kesehatan yang lebih tepat di Bojonegoro. Harapannya, program ini dapat berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi yang bisa kami terapkan di daerah lain. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan keluarga besar alumni FKH UNAIR. Sinergi yang maksimal telah memungkinkan berbagai program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Lilik. 

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan pondasi penting dalam mempercepat terwujudnya desa binaan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Edukasi Gizi Keluarga, Kunci Pencegahan Stunting
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro, Dr Hj Sri Budi Cantika Yuli menilai kehadiran para akademisi dan pakar FKH UNAIR memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Menurutnya, potensi peternakan yang Bojonegoro miliki perlu pemerintah optimalkan. 

Upaya tersebut agar protein hewani dapat semakin mudah masyarakat akses dan menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini