Keberhasilan Komunikasi Ditentukan Antara Kualitas Isi Pesan dan Cara Penyampaiannya

Keberhasilan Komunikasi Ditentukan Antara Kualitas Isi Pesan dan Cara Penyampaiannya

NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) menghadirkan kreator konten edukatif Fery Irwandi dalam seminar dan interactive talkshow bertajuk “The Art of Storytelling: Mengubah Gagasan Menjadi Dampak, Memberi Warna di Era Digital”.

Kegiatan yang digelar di GP UPGRIS, Rabu (15/7/2026) ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-45 UPGRIS ini diikuti ratusan mahasiswa, dosen, kepala sekolah, guru pendamping, serta pengurus OSIS SMA/SMK di Kota Semarang.

Rektor UPGRIS, Dr Sapto Budoyo SH MH menyampaikan apresiasi kepada Fery Irwandi yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman di tengah padatnya aktivitas.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Fery Irwandi yang telah berkenan hadir dan berbagi inspirasi pada kegiatan Dies Natalis ke-45 UPGRIS,” kata Sapto Budoyo dalam sambutannya.

Sapto menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat menuntut setiap orang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif.

“Storytelling menjadi keterampilan yang sangat penting. Gagasan yang baik akan memiliki nilai lebih ketika mampu dikomunikasikan dengan cara yang menarik, relevan, dan bermakna bagi masyarakat,” katanya.

Rektor juga menambahkan, sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi, UPGRIS berkomitmen melahirkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan berdampak. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta membangun narasi yang kuat menjadi bagian dari kompetensi penting di abad ke-21.

Sementara itu, Fery Irwandi menegaskan bahwa kekuatan storytelling bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan menghadirkan emosi dan makna sehingga pesan lebih mudah diterima audiens.

“Kalau hanya menyampaikan data, orang mungkin sekadar tahu. Tetapi ketika informasi dikemas dalam sebuah cerita, ada rasa, ada nuansa, dan ada makna yang membuat orang lebih memahami persoalan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Fery, di era ketika informasi sangat mudah diperoleh, bahkan melalui kecerdasan buatan (AI), kemampuan manusia membangun narasi tetap menjadi nilai yang sulit tergantikan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini