UPGRIS Memperkuat Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
NYALANUSANTARA, Semarang - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah atau BNNP Jateng untuk membekali mahasiswa dengan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika. Bekal tersebut diharapkan dapat diteruskan mahasiswa kepada masyarakat selama menjalankan program pengabdian di berbagai desa.
Rektor UPGRIS Dr Sapto Budoyo mengatakan, keterlibatan BNNP Jawa Tengah menjadi bagian dari upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Kampus Tegaskan Proses Internal Berjalan Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa program pengabdian, tetapi juga menyampaikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Kami bekerja sama dengan BNN agar mahasiswa memiliki persepsi yang sama dan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba," ujarnya.
KKN merupakan mata kuliah wajib yang menjadi laboratorium kehidupan nyata bagi mahasiswa. Kampus Dunia Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diberi kesempatan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia berpesan agar seluruh peserta KKN mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, menjaga integritas, semangat pengabdian, serta nama baik universitas selama menjalankan program.
"Yang paling penting, mahasiswa mampu mengedukasi masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus sehingga benar-benar memberikan dampak dan makna bagi masyarakat," katanya.
Kontribusi mahasiswa dalam KKN tidak hanya berasal dari bidang kependidikan. Mahasiswa dari berbagai program studi, seperti teknik, hukum, ekonomi, bisnis digital, dan disiplin ilmu lainnya, juga diharapkan mampu menerapkan kompetensinya sesuai kebutuhan masyarakat. Ketua KKN UPGRIS, Arisul Ulumuddin MPd menyebut, sebanyak 1.130 akan diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata. Program ini dirancang agar pengabdian mahasiswa tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"KKN tahun ini diikuti 1.130 mahasiswa dari seluruh fakultas dengan pendampingan 34 dosen pembimbing lapangan," ujarnya saat pembekalan KKN.
Mahasiswa akan melaksanakan KKN di empat kabupaten yang mencakup enam kecamatan dan 66 desa. Lokasinya meliputi Kecamatan Bergas dan Ambarawa di Kabupaten Semarang, Kecamatan Plantungan di Kabupaten Kendal. Lalu Kecamatan Mranggen dan Karangawen di Kabupaten Demak, serta Kecamatan Gubug di Kabupaten Grobogan. Pelaksanaan KKN berlangsung mulai 29 Juli hingga 2 September 2026. Selain pembekalan teknis, UPGRIS juga menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus bersih narkoba.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika yang nantinya dapat disampaikan mahasiswa bersama dosen pembimbing kepada masyarakat di lokasi KKN. Adapun program yang akan dijalankan mahasiswa meliputi sosialisasi antinarkotika, program peduli stunting, hingga ketahanan pangan. Selain itu juga literasi digital, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, pelestarian lingkungan, hingga edukasi mitigasi kebencanaan.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan…
NYALANUSANTARA, Manggarai- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis…
NYALANUSANTARA, Semarang - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Upacara Bendera…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat kemerdekaan Indonesia mulai terasa…

Komentar