Kepala Kemenag Wonosobo Motivasi Santri MAN 1 Wonosobo, Dorong Lanjut Kuliah hingga ke Luar Negeri

Kepala Kemenag Wonosobo Motivasi Santri MAN 1 Wonosobo, Dorong Lanjut Kuliah hingga ke Luar Negeri

NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonosobo, Edi Sungkowo, memberikan motivasi kepada para santri Asrama Pendidikan Islam (API) Putri MAN 1 Wonosobo agar terus menuntut ilmu dan berani bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi luar negeri.

Pesan tersebut disampaikan Edi saat mengunjungi API Putri MAN 1 Wonosobo, Selasa (21/7/2026) malam. Sebelum bertemu para santri, ia mengikuti kegiatan Mujahadah dan Doa Bersama di Masjid Al Furqon MAN 1 Wonosobo yang dihadiri guru, karyawan, santri, serta pengurus Komite madrasah.

Dalam kesempatan itu, Edi mengatakan para santri memiliki keistimewaan karena menempuh pendidikan umum di madrasah sekaligus memperdalam ilmu agama di pesantren.

"Menjadi santri dan sekaligus sekolah itu harus belajar dua ilmu sekaligus, yakni ilmu umum yang diajarkan di madrasah dan ilmu agama yang dipelajari di pesantren. Itu kelebihan sekolah sekaligus ngaji," katanya.

Menurut Edi, kehidupan di pesantren memang menuntut semangat, disiplin, dan pengorbanan yang lebih besar dibandingkan siswa yang tidak mondok. Namun, seluruh proses tersebut akan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan spiritualitas para santri.

Ia menambahkan, doa orang tua dan para pengasuh pesantren menjadi kekuatan tersendiri yang dapat mendorong para santri meraih kesuksesan di masa depan.

Karena itu, Edi berharap para santri tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah dan pesantren, melainkan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

"Setelah selesai mengaji di pesantren dan belajar di madrasah, saya berharap santri bisa melanjutkan kuliah. Tidak hanya kuliah di dalam negeri tapi bisa pula kuliah di perguruan tinggi di luar negeri," ujarnya.

Ia optimistis para santri memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dan profesional di berbagai bidang jika terus belajar dengan sungguh-sungguh.

"Siapa tahu 15 tahun kemudian ada santri yang menjadi Kepala MAN, Kepala Kemenag, guru, pengasuh pesantren, bahkan dokter. Semua itu sangat mungkin terjadi dengan belajar yang keras dan ikhtiar doa yang kuat," katanya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini